DetikNews
Senin 22 Oktober 2018, 20:38 WIB

Antisipasi Kecelakaan, 911 Perlintasan Kereta Dipasang Early Warning

Deni Prasetyo Utomo - detikNews
Antisipasi Kecelakaan, 911 Perlintasan Kereta Dipasang Early Warning Foto: Amir Baihaqi (file detikcom)
Surabaya - Kecelakaan di perlintasan kereta tanpa palang pintu kerap terjadi. Bahkan, banyak korban yang tertabrak kereta meninggal di lokasi kejadian. Lalu, bagaimana langkah Dishub Jatim untuk menekan angka kecelakaan?

Dinas Perhubungan menyebutkan jika pihaknya telah memasang ratusan sistem peringatan dini di perlintasan kereta tanpa penjaga. Sistem tersebut bernama Early Warning System (EWS).

Dari data Dishub Jatim dijalur kereta api wilayah Daops 7 Madiun, Daops 8 Syrabaya dan Daops 9 Jember tercatat sebanyak 1465 perlintasan sebidang kereta api. Dari ribuan perlintasan tersebut tercatat hanya 911 perlintasan sebidang yang sudah terpasang EWS.


"Dari 1.465 perlintasan kereta api, sebanyak 911 sudah kami pasang dengan alat peringatan dini yang bernama early warning system (EWS). Itu memberikan tanda-tanda peringatan, satu kilometer sebelum kereta melintas itu memberikan tanda dengan berbunyi," kata Kepala Dishub Jatim, Fatah Jasin kepada detikcom, Senin(22/10/2018).

Fatah menjelaskan alat peringatan dini tersebut untuk meminimalisir kejadian kecelakaan di perlintasan sebidang. "Alat Itu (EWS) memberikan tanda-tanda atau sinyal di perlintasan sebidang yang tidak ada penjaganya. Itu dari kita, dari APBD bukan dari PT KA," ungkap Fatah Jasin.


Data Dishub Jatim menyebutkan di wilayah Daops 8 Surabaya terdapat 718 perlintasan sebidang. Diantaranya 143 perlintasab yang resmi dijaga oleh PT KA, 41 resmi dijaga oleh pihak ketiga yakni Dishub/Swasta/masyarakat, 460 resmi tidak dijaga dan 76 liar atau tidak resmi.

Mengacu pada data tersebut, Dishub Jatim akan melakukan evaluasi perlintasan sebidang kereta yang dinilai rawan kecelakaan.

"Di Jawa Timur dan dimanapun ada kawasan baru yang menyebabkan dibuka dan ditutup, itu mestinya ada evaluasinya. Itu harusnya ditutup. Berdasarkan undang-undang perkeretaapian, sebenarnya dilarang siapapun membuka akses perlintasaan kereta api sebidang," tandasnya.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed