DetikNews
Senin 22 Oktober 2018, 17:19 WIB

Produksi Garam di Lamongan Lampaui Target, Ini Inovasinya

Eko Sudjarwo - detikNews
Produksi Garam di Lamongan Lampaui Target, Ini Inovasinya Produksi Garam di Lamongan/Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Masih ingat rumah garam prisma? Ya, sebuah inovasi petani garam dengan cara membuat lahan garam bisa bertahan di segala musim? Rupanya, rumah garam prisma di Lamongan ini bisa mendongkrak produksi garam petani di Lamongan.

Pemanfaatan rumah prisma cukup berpengaruh terhadap produksi garam. Pasalnya, dengan rumah prisma, petani bisa panen garam sepanjang tahun, tanpa terganggu hujan. Pada awalnya, hanya ada 4 unit rumah prisma yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat. Jumlah ini kemudian berkembang menjadi 40 unit di tahun 2017.

"Kalau dulu hanya ada 4 unit rumah garam prisma, kini sudah berkembang menjadi 40 unit yang dibangun oleh warga," kata Kabag Humas Pemkab Lamongan, Agus Hendrawan kepada wartawan di kantornya, Senin (22/10/2018).

Agus mengatakan selain bisa terus berproduksi dalam musim hujan, garam yang dihasilkan dari rumah prisma bisa lebih banyak. Selain itu, lanjut Agus, kualitas garam yang dihasilkan juga lebih bagus, putih dan bersih karena tidak bercampur tanah. Dinas terkait, ungkap Agus, juga memberikan bantuan rutin yang seperti geoisolator, bungker air, pembinaan teknis, serta pembangunan jalan usaha tani menuju lahan garam.


"Karena itu Dinas Perikanan tahun ini memberikan bantuan sarana rumah prisma kepada petani," kata Agus.

Hingga minggu pertama Oktober 2018, produksi petani garam di Lamongan sudah mencapai 23.050 ton. Ini berarti sudah melampaui target yang diinginkan tercapai Dinas Perikanan, yakni sebesar 22.800 ton.

Musim kemarau yang cukup panjang, aku Agus, menjadi salah satu faktor tingginya produksi garam Lamongan. Selain itu, juga mulai banyaknya petani garam di Lamongan yang membuat rumah prisma untuk produksi garam.

"Musim kemarau yang tidak diselingi hujan juga berpengaruh terhadap kualitas garam. Tahun ini petani garam Lamongan bisa menikmati harga yang cukup stabil di kisaran Rp 1.000-1.100/kg," jelasnya.


Dengan prediksi musim kemarau yang masih akan berlangsung cukup lama, terang Agus, produksi garam tahun ini diprediksi bisa setidaknya sama dengan tahun lalu yang mencapai 28.237 ton. Produksi garam Lamongan pernah mencapai 38.804 ton dari areal seluas 213 hektare di tahun 2015.

"Saat ini areal produksi garam mengalami penyusutan menjadi tinggal 206 hektare karena dialihfungsikan menjadi tambak ikan," pungkasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed