DetikNews
Sabtu 20 Oktober 2018, 11:31 WIB

Laporan Pencabulan 4 Santri Ponpes Mojokerto Dicabut, Ini Alasannya

Enggran Eko Budianto - detikNews
Laporan Pencabulan 4 Santri Ponpes Mojokerto Dicabut, Ini Alasannya Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Orang tua 4 santri yang diduga dicabuli S, Pengasuh Pondok Pesantren Safinatun Najah, Desa Gedangan, Kutorejo, Mojokerto, sepakat untuk tak melanjutkan proses hukum. Kondisi ibu salah seorang korban yang sakit parah mendorong kasus ini diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

Kesepakatan damai antara orang tua 4 santri dengan S, dibenarkan ayah salah seorang korban asal Sidoarjo. Pria berinisial SL ini menyebut, kesepakatan damai ditempuh lantaran ibu salah satu korban menderita sakit keras.

"Karena ada ibu korban asal Pacet, Mojokerto sakit parah gara-gara memikirkan masalah ini. Akhirnya kami berunding, sudah lah mau bagaimana lagi. Dari pada terjadi yang enggak-enggak dengan ibu korban," kata SL saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/10/2018).

SL merupakan ayah dari salah seorang santri yang diduga dicabuli S, Pengasuh Ponpes Safinatun Najah. Putrinya yang berusia 17 tahun baru lulus dari SMA di pesantren tersebut. Setelah kasus ini mencuat, korban memilih keluar dari pondok.

Istrinya bersama pihak Pengasuh Ponpes Safinatun Najah telah menyerahkan perjanjian damai ke Sat Reskrim Polres Mojokerto. Menurut SL, laporan dugaan pencabulan yang dibuat istrinya beberapa waktu lalu juga telah dicabut.


Kesepakatan damai itu juga memuat permintaan orang tua keempat korban terhadap S, terduga pelaku pencabulan. Mereka meminta S menanggung semua biaya di kepolisian dan biaya sekolah para korban.

"Semua korban sudah sepakat untuk berdamai, juga mencabut laporan," terang SL.

Adanya kesepakatan damai ini dibenarkan Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery. Namun, perdamaian ini belum tentu akan menghentikan proses penyelidikan kasus pencabulan tersebut.

"Kami sudah menerima surat perdamaian, tapi apakah bisa dihentikan atau tidak, nanti kami putuskan melalui gelar perkara," tandasnya.


Dugaan pencabulan ini dilaporkan ibu santri asal Sidoarjo yang anaknya mengaku telah dicabuli oleh S. Dari laporan itu terbongkar jika korban berjumlah 4 santri.

Keempat santriwati yang diduga dicabuli S berasal dari Mojokerto, Pasuruan dan Sidoarjo. Para korban masih berusia di bawah umur, yakni 14-17 tahun.

Mereka diduga dicabuli S di lingkungan Pondok Pesantren Safinatun Najah dalam tahun 2018 ini. S diduga menjamah alat vital para korban. Namun, tak sampai menyetubuhi mereka.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed