Warga Dusun Jasem, Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang ini sebenarnya tak memiliki latar belakang pendidikan biologi. Pendidikan tinggi yang pernah ditempuhnya justru di bidang hukum. Itu pun tak dilakoni sampai lulus.
Namun berkat keahliannya dalam menangkap dan memelihara ular, Rudi diminta membantu salah satu temannya yang menempuh pendidikan Herpetologi di salah satu universitas di Malang.
"Penelitian bisa kobra ini untuk tugas skripsi dia," kata Rudi kepada detikcom, Jumat (19/10/2018).
Penelitian yang dimulai sejak awal Oktober 2018 ini terfokus pada kadar bisa ular kobra. Variabelnya meliputi jenis makanan kobra, jenis kelamin dan asal daerahnya.
"Kobra dari Jatim, Jateng dan Jabar warnanya kan beda, kami teliti apakah kadar bisanya juga beda. Kondisi lapar dan kenyang apakah kadar bisanya beda, juga jenis makanan kobra apakah mempengaruhi kadar bisanya," terangnya.
Meski penelitian itu takkan membawanya meraih gelar sarjana atau ahli ular, anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Nukhin (46) dan Endang Dwi (41) ini mengaku senang terlibat langsung dalam penelitian tersebut.
"Saya membantu menyediakan ularnya dan mengambilkan bisanya untuk diteliti. Paling tidak saya akan mendapatkan ilmu baru tentang bisa kobra," pungkasnya.
Tonton juga 'Greget Nih! Pria di Jombang Pelihara 3 Ekor Ular Kobra':
(lll/lll)











































