DetikNews
Kamis 18 Oktober 2018, 11:16 WIB

Tim Dokter: Bobot Selvia 179 Kg, Bukan 197 Kg

Eko Sudjarwo - detikNews
Tim Dokter: Bobot Selvia 179 Kg, Bukan 197 Kg Berat badan Silvia ditimbang kembali oleh tim dokter Puskesmas Bluluk. (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan - Selvia Dwi Susanti (15), gadis asal Lamongan yang berbobot 197 kg akhirnya mendapatkan penanganan dari puskesmas setempat. Tim dokter dari Puskesmas Bluluk pun mendatangi rumah remaja ini untuk melakukan serangkaian pemeriksaan.

Pemeriksaan ini dilakukan terhadap Selvia di rumahnya di Desa Cangkring, Kecamatan Bluluk pada hari Rabu (17/10/2018) karena yang bersangkutan enggan keluar rumah sejak bobotnya mencapai hampir 2 kuintal.

"Pemeriksaan terhadap Selvia sudah berlangsung 2 kali," kata salah satu dokter Puskesmas Bluluk, dr Tono kepada wartawan, Kamis (18/10/2018).


Menurut dr Tono, pemeriksaan awal difokuskan pada berat badan dan saluran pernapasan. Berikutnya, mereka juga melakukan pemeriksaan kadar gula, asam urat dan kolesterol pada Selvia.

"Pemeriksaan awal mengenai pernafasan dan berat badan. Yang kedua mengenai kadar gula, asam urat dan kolesterol," jelasnya.


Hasilnya, kondisi fisik Selvia secara umum dinyatakan sehat. Hanya saja, dr Tono mengungkapkan Selvia harus menjalani perawatan khusus untuk menurunkan berat badannya.

"Alhamdulillah mbak Selvi ini kami periksa untuk tensi normal. Kadar gula, kadar asam urat, kolesterol semuanya normal. Alhamdulillah secara fisik masih dalam batas normal," terang dr Tono.


Namun ketika dr Tono merinci hasil pemeriksaan timnya, ada temuan berbeda yang dilaporkan. Terkait berat badan Selvia, tim dokter dari Puskesmas Bluluk memastikan bahwa bobot bungsu dari dua bersaudara ini mencapai 179 kg, bukan 197 kg seperti yang diungkapkan keluarga sebelumnya.

Sedangkan untuk tinggi badan, tim dokter mencatat, tinggi badan Selvia hanyalah 145 cm. Tim dokter juga menemukan bahwa lingkar perut Selvia telah mencapai 189 cm yang berarti tergolong ke dalam obesitas sehingga memerlukan penanganan khusus.


dr Tono menambahkan, penanganan khusus itu meliputi pengaturan pola makan, pola gerak dan pola istirahat Selvia. dr Tono menambahkan penanganan itu sudah mulai dilaksanakan pekan kemarin.

"Insyaallah kami akan melakukan konseling rutin dalam seminggu tiga kali ke rumah," pungkasnya.


Saksikan juga video 'Malu Akibat Obesitas, Gadis di Lamongan Terpaksa Putus Sekolah':

[Gambas:Video 20detik]


(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed