DetikNews
Rabu 17 Oktober 2018, 09:37 WIB

Selain Lumpur Porong, Sidoarjo Juga Punya Semburan yang Lain

Amir Baihaqi - detikNews
Selain Lumpur Porong, Sidoarjo Juga Punya Semburan yang Lain Semburan lumpur yang lumpurnya terus meluber (Foto: Amir Baihaqi)
Sidoarjo - Selain lumpur yang menyembur di Porong, ada satu lokasi lain di Sidoarjo yang juga menyemburkan lumpur. Bahkan lumpur di lokasi ini jauh lebih dulu menyembur dari pada semburan lumpur di Porong.

Semburan lumpur ini berlokasi di sebuah tanah lapanag cukup luas di areal Candi Tawangalun di Desa Buncitan, Kecamatan Sedati. Berbeda dengan semburan lumpur di Porong, kekuatan dan volume semburan lumpur Sedati jauh lebih kecil.

Salah satu warga setempat, Saiful, mengatakan fenomena alam ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Bahkan diduga sudah ada sejak ratusan tahun yang lampau.

"Tidak ada yang tahu pasti sejak kapan lumpur itu muncul. Pas saya kecil, lumpur ini sudah ada. Kata para orang tua juga, sebelum candi (Tawangalun) ditemukan, lumpur sudah keluar," ujar Saiful kepada detikcom, Rabu (12/10/2018).


Foto: Amir Baihaqi

Dari pantauan detikcom di lokasi, sejumlah titik pada tanah tersebut terlihat terus mengeluarkan lumpur dalam skala kecil. Letupan-letupan juga masih terlihat keluar dari salah satu sumber. Sementara permukaan tanah lainnya yang berlumpur terlihat sudah mengering.

Di sekitar lahan juga terlihat tandus dan banyak ditemukan banyak hamparan garam yang tersebar di area lahan. Karena masih terus mengeluarkan lumpur, tanah juga terlihat seperti membentuk tumpukan dan gundukan yang membuat posisi tanah seperti semakin tinggi.

Saiful menyebut ada keunikan tersendiri pada fenomena alam ini. Saat terjadi gempa Palu dan Donggala, letupan dan semburan lumpur semakin sering dan deras. Terdengar juga seperti suara gemuruh dari dalam tanah.

"Beberapa warga merekam kejadian di sini saat pas gempa dan tsunami Palu Donggala. Saya juga ikut merekam dan mengupload ke facebook saya," beber pria yang juga sekaligus juru kunci Candi Tawangalun itu.


Foto: Amir Baihaqi

Bapak 2 anak itu melanjutkan, tanah itu jadi heboh karena dikait-kaitkan dengan bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Namun menurutnya, hal itu harus ada penelitian ilmiah lagi.

"Sempat seminggu lalu ada orang ITS ahli geologi ke sini (Buncitan) . Tapi saya tidak tahu meneliti apa tepatnya," ungkapnya.

Ahli geologi ITS Amin Widodo membenarkan bahwa dirinya yang datang ke Buncitan. Menurutnya, fenomena itu lumrah terjadi pada tanah. Hal itu, lanjutnya, karena adanya tekanan dari dalam tanah yang bercampur air. Sehingga keluarlah lumpur tersebut.

"Kita baru saja ke sana seminggu yang lalu dan memang seperti itu. Itu lumrah karena adanya tekanan dari dalam tanah yang bercampur air," terang Amin Widodo saat dihubungi.



Saksikan juga video 'Air Disertai Lumpur Menyembur Setinggi 30 Meter di Ngawi':

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed