detikNews
Selasa 09 Oktober 2018, 18:22 WIB

Biar Hemat, Software Pendeteksi Wajah untuk CCTV Surabaya Buat Sendiri

Zaenal Effendi - detikNews
Biar Hemat, Software Pendeteksi Wajah untuk CCTV Surabaya Buat Sendiri Foto: Istimewa
Surabaya - Software pendeteksi wajah yang akan diaplikasikan ke 1.200 CCTV yang tersebar di seluruh penjuru Kota Surabaya merupakan bikinan tim IT Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya.

"Kita menggunakan program sendiri serta menggunakan anggaran sendiri atau tidak ada anggaran khusus. Kami juga menggunakan programmer dan IT sendiri dibantu oleh beberapa lulusan kampus yang punya minat di situ (teknologi) yang kita gandeng," kata Kadiskominfo Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji kepada detikcom, Selasa (9/10/2018).


Agus menambahkan, timnya bergerak untuk mengembangkan software ini karena permintaan langsung dari Wali Kota Tri Rismaharini.

"Kalau ini (software) memang bu Wali yang nyuruh minta untuk bikin sendiri, terus dikembangkan, kan bisa belajar terus. Biar tidak mengandalkan dari produk pihak luar atau menghemat anggaran untuk pembelian produk maupun software," tambah mantan Kepala Bappeko ini.

Namun untuk saat ini, Agus mengungkapkan, software tersebut baru mencapai tahap 90 persen. Dalam waktu yang bersamaan, pihaknya juga tengah melakukan ujicoba dengan memasang software tersebut di beberapa kamera yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan lokasi server.

"90 persen secara persentase. Saat ini masih dalam tahap uji coba. Nanti ini akan diterapkan yang jaringan jaraknya tidak jauh dari servernya. Nanti akan bertahap penambahan titiknya," ujarnya.


Agus menjelaskan kinerja CCTV pendeteksi wajah ini tak ubahnya kamera pemantau pada umumnya.

"Jadi mengumpulkan data orang sebanyak mungkin, akan terekam ke dalam server. Setelah itu, jika ada informasi dari pihak tertentu, misal si A yang tertangkap kamera pendeteksi wajah maka akan kita keluarkan foto hasil kamera face recognition untuk dicocokkan dengan data kependudukan serta informasi yang dibutuhkan pihak tertentu seperti kepolisian," jelas Agus.

Untuk kemampuan menangkap (capture) wajahnya, Agus memastikan software yang dimilikinya sudah baik, meski dalam kondisi kurang pencahayaan.

"Selama ini kan kami sudah melakukan peremajaan CCTV secara bertahap dengan kemampuan kamera yang beresolusi tinggi sehingga tetap bisa menangkap obyek meski dalam kondisi cahaya kurang," paparnya.


Agus juga mengatakan daya tahan CCTV dengan software pendeteksi wajah terjamin karena menggunakan tenaga listrik.

"Untuk power, CCTV kami menggunakan suplai listrik. Sebagian CCTV juga menggunakan suplai listrik dari solar cell yang terpasang," pungkasnya.
(ze/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com