detikNews
Sabtu 06 Oktober 2018, 19:11 WIB

9 Jam Geledah 6 Lokasi di Pasuruan, KPK Bawa Tumpukan Barang Bukti

Muhajir Arifin - detikNews
9 Jam Geledah 6 Lokasi di Pasuruan, KPK Bawa Tumpukan Barang Bukti Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Penyidik KPK mengamankan tumpukan barang bukti hasil penggeledahan selama 9 jam di Pasuruan. Penggeledahan ini terkait penyidikan kasus dugaan suap proyek pembangunan gedung yang menjerat Wali Kota Pasuruan Setiyono.

Penggeledahan dilakukan di 6 lokasi. Antara lain, kantor wali kota dan kantor dinas PU di Jalan Pahlawan, rumah dinas wali kota di Jalan Panglima Sudirman, rumah pribadi wali kota di Jalan Margo Utomo I, kantor dinas koperasi dan UMKM di Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan.

Selain itu, KPK juga menggeledah kantor CV Mahadir di Desa/Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. CV Mahadir merupakan pemenang tender proyek belanja modal gedung dan bangunan pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM).

Rangkaian penggeledahan dimulai pukul 09.25 WIB dan berakhir pada pukul 18.30 WIB, Sabtu (6/10/2018).

Pantauan detikcom, penggeledahan di kantor wali kota ini relatif paling sibuk dan melibatkan banyak penyidik. Sebab, terdapat 3 ruang yang sebelumnya disegel. Antara lain ruang kerja wali kota, ruang staf ahli hukum dan politik dan ruang bagian layanan pengadaan (BLP). Beberapa kali sejumlah penyidik keluar-masuk gedung menenteng kardus dan koper.


Pukul 16.30 WIB, para penyidik KPK mulai meninggalkan gedung kantor wali kota. Para penyidik yang menutup wajahnya ini tak mau memberikan komentar apapun.

Berdasarkan pengamatan, setidaknya ada 3 kardus dan tiga koper yang diduga berkas barang bukti terkait kasus yang disidik. Selain itu, hampir semua penyidik juga membawa tas punggung berukuran besar.

KPK Geledah Kantor, Rumdin dan Rumah Pribadi Walkot Pasuruan/KPK Geledah Kantor, Rumdin dan Rumah Pribadi Walkot Pasuruan/ Foto: Muhajir Arifin


Kardus, koper dan tas punggung tersebut lalu dimasukkan ke 5 mobil yang sudah disiapkan. Para penyidik lalu masuk ke mobil dan meninggalkan lokasi. Iring-iringan mobil penyidik KPK ini menuju ke rumah dinas wali kota di Jalan Panglima Sudirman dalam pengawalan aparat kepolisian.

"Barang bukti yang dibawa tadi gabungan dari dinas PU dan yang di Nguling. Penggeledahan yang di PU dan Nguling hanya sekitar 2 jam," kata perwira polisi dari Polresta Pasuruan di lokasi.


Sementara berdasarkan informasi sumber terpercaya, barang bukti dari rumah pribadi Setiyono dan dari dinas koperasi diumpulkan di rumah dinas. Penggeledahan di rumah dinas sendiri rampung sekitar pukul 17.45.

Setelah semua penyidik yang diperkirakan mencapai 40 orang berkumpul di rumah dinas, beberapa menit kemudian, mobil yang membawa penyidik meninggalkan rumah dinas wali kota satu per satu.

KPK menetapkan Setiyono sebagai tersangka dugaan suap proyek belanja modal gedung dan bangunan pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM).

Selain Setiyono, Dwi Fitri Nurcahyo selaku Plh Kadis PU Kota Pasuruan dan Wahyu Tri Hardianto selaku staf kelurahan Purutrejo, serta seorang dari pihak swasta sebagai pemberi suap atas nama Muhamad Baqir, juga ditetapkan tersangka.

KPK menyebut komitmen yang disepakati untuk walikota dari proyek PLUT-KUMKM ini adalah sebesar 10 persen dari nilai HPS (Harga Perkiraan Sendiri) yaitu sebesar Rp 2.297.464.000, ditambah 1 persen untuk Pokja.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com