DetikNews
Jumat 05 Oktober 2018, 09:38 WIB

Wali Kota Pasuruan, Birokrat Kawakan yang Terjerat KPK

Muhajir Arifin - detikNews
Wali Kota Pasuruan, Birokrat Kawakan yang Terjerat KPK Foto: Zunita Amalia Putri/detikcom
Pasuruan - Wali Kota Pasuruan Setiyono terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan menerima suap proyek di Pemkot Pasuruan.

Setiyono merupakan wali kota ke-16 Pasuruan. Ia dilantik pada 17 Februari 2016 setelah memenangkan Pilwali 2015. Sebelum menjadi orang nomor satu di Kota Pasuruan, pria kelahiran Ngajuk 18 April 1955 ini menjabat sebagai wakil wali kota di masa Wali Kota Hasani.

Sebelum menjadi wali kota, Setiyono sudah dikenal sebagai birokrat kawakan. Pria 63 tahun ini pernah menempati berbagai posisi strategis diantaranya Kepala Dinas Dukcapil hingga Sekretaris Daerah Pemkot Pasuruan.

Kenyang asam garam di birokrasi mendorongnya masuk ke politik. Setiyono masuk ke Partai Golkar. Berbekal pengalaman, dan tentu saja pengaruhnya sebagai sekda kala itu, Setiyono berhasil meraih posisi Ketua Golkar Kota Pasuruan.


Pada Pilwali 2010, Setiyono yang memasuki masa pensiun sebagai sekda mendeklarasikan diri maju dalam kontestasi. Bermodal sebagai ketua partai top 3 di Kota Santri serta seabrek pengalaman birokrasi, ia maju sebagai calon wakil wali kota berpasangan dengan calon wali kota, Hasani.

Posisi calon orang nomor 2 di Pemkot Pasuruan kala itu dinilai realistis karena calon wali kota Hasani merupakan Ketua PKB dengan kursi mayoritas sekaligus Ketua DPRD Kota Pasuruan.

Dalam Pilwali 2010, pasangan Hasani-Setiyono menang. Keduanya dilantik menjadi pasangan Kepala Daerah Kota Pasuruan periode 2010-2015.


Satu periode menjadi wakil wali kota, Setiyono maju sebagai calon wali kota pada Pilwali 2015. Dalam Pilwali ini, Setiyono harus bersaing dengan mantan atasannya, Hasani, untuk merebut kursi Pasuruan 1 (satu).

Pilwali Pasuruan 2015 diikuti tiga pasangan calon, yakni Hasani-Moch Yasin (Berhasil), Setiyono-Raharto Teno Prasetyo (Sehat) dan pasangan independen Yus Samsul Hadi Subakir-Agus Wibowo (Iya). Meski demikian realitas saat itu merupakan "medan pertempuran" antara pasangan Berhasil dan Sehat.

Setiyono akhirnya memenangi Pilwali Pasuruan 2010. Bersadarkan rekapitulasi resmi KPU pasangan Sehat meraih 62.789 suara, pasangan Berhasil memperoleh 49.086 suara dan pasangan Iya hanya mendapat 1231suara.


Setiyono-Raharto Teno dilantik pada 17 Februari 2016. Setiyono, sang birokrat kawakan itu berhasil meraih posisi puncak di Pemkot Pasuruan.

Namun belum genap 3 tahun memimpin Kota Pasuruan, Setiyono terjerat kasus dugaan korupsi. Nama Wali Kota Setiyono juga masuk dalam Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin di Jawa Timur. Ia terjaring OTT yang dilakukan KPK pada Kamis (4/10/2018).

Selain mengamankan Setiyono, KPK juga mengamankan dua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak swasta. KPK juga menyegel 5 ruang kerja termasuk ruang kerja wali kota.

Setelah menjalani pemeriksaan selama 11 jam di Polres Pasuruan, Setiyono dan 3 orang lainnya yang terjerat OTT di bawa ke kantor KPK Jakarta. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan. Status hukumnya masih saksi.


Simak Juga 'Zaman Now, Money Politic Tak Lagi Ampuh':

[Gambas:Video 20detik]



(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed