Saat Pacuan Kuda Jadi Ajang Silaturahmi Kepala Desa Se-Jawa dan Bali

M Rofiq - detikNews
Senin, 01 Okt 2018 16:55 WIB
Foto: M Rofiq
Probolinggo - Ratusan joki beradu kecepatan pada lintasan pacuan kuda di Desa Pohsangit Lor, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Ternyata pacuan kuda ini merupakan ajang silaturahim bagi para kepala desa se-Jawa dan Bali.

Meski digelar di area persawahan, namun semangat para joki dalam pacuan kuda ini terlihat tinggi. Terbukti dari tiga kelas yang dipertandingkan dalam pacuan kuda ini, yaitu kelas Mini, Sandel, dan Poni, semuanya dipenuhi peserta.

"Banyak yang ikut pak. Hampir semua kelas penuh pesertanya. Kalau peserta sendiri dari sejumlah daerah yakni Lumajang, Banyuwangi, Malang dan lainnya," terang salah satu panitia penyelenggara, Babun kepada detikcom, Senin (1/10/2018).


Para kepala desa memang tidak menjadi joki, namun kuda-kuda itu memang dibawa langsung oleh mereka sebagai bentuk partisipasi. Total ada 110 kuda yang ambil bagian dalam pacuan ini.

Namun Babun tak pernah menyangka jika antusiasme warga begitu tinggi. Ia pun berencana menjadikan ajang ini sebagai event tahunan di desanya.

"Yang dari Bali bawa kuda juga dan berbeda-beda jenisnya. Mereka naik mobil ke sininya," lanjutnya.

Saat Pacuan Kuda Jadi Ajang Silaturahmi Kepala Desa Se-Jawa dan BaliFoto: M Rofiq

Salah satu peserta yang juga seorang kepala desa di Kabupaten Pasuruan, Misbahul Munir mengatakan kudanya memang terbiasa mengikuti pacuan kelas nasional.

"Kalau kuda jelas nasional, saya beri latihan khusus pak, berbeda dengan yang kelas mini. Perawatannya biasa saja," terangnya.

Namun Munir juga berharap pacuan kuda ini bisa sering digelar. "Biar nantinya menelurkan bibit-bibit baru joki yang berkualitas," tandasnya.


Tak hanya itu, Ketua Pordasi Kabupaten Lumajang, Susanto yang ikut hadir dalam acara ini juga berharap perhatian terhadap para joki pacuan kuda di Jatim hendaknya ditingkatkan, utamanya mereka yang berasal dari daerah Tapal Kuda.

Secara spesifik, Susanto juga meminta pemerintah pusat membangun arena pacuan kuda yang tak hanya permanen tetapi berstandar nasional.

"Harapannya kami ada lapangan yang layak pak, agar para joki ini makin terwadahi dan meningkatkan prestasinya," tuturnya.

Sejauh ini, lanjut Susanto, baru Lumajang dan Probolinggo saja yang memiliki arena pacuan kuda.

"Kalau di Lumajang sebetulnya sudah ada, namun masih belum layak atau berstandar nasional," tutupnya. (lll/lll)