Lokasi jatuhnya bus bernopol K 1745 AZ yang mengangkut sekitar 45 murid dan guru di Jalan Raya Tembus Sarangan-Cemoro Sewu tepatnya di tikungan tajam Desa Mojosemi, dikenal sangat curam.
Tim Unit Laka Satlantas Polres Magetan yang menurunkan alat berat tak mampu mengevakuasi bus yang dilakukan sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.
"Kondisi medan sangat curam. Sehingga kita sangat hati-hati dalam evakuasi ini," kata Kasat Lantas Polres Magetan AKP Himmawan Setiawan kepada wartawan di lokasi, Kamis (27/9/2018).
Bus itu, jelas kasat, tersangkut di pohon dan jurang berkedalaman sekitar 15 meter. "Karena kondisi medan, kita buatkan jalan darurat untuk masuknya alat berat guna menarik bus besar itu," tambahnya.
Jalan darurat yang dibuat, jelas dia, sepanjang 20 meter. Satu alat berat milik Unit Laka yang berusaha masuk mendekat titik lokasipun tampak was-was khawatir tergelincir.
"Hari ini gagal kami evakuasi. Besok, kita lanjutkan kembali evakuasinya," tegas kasat.
Bus pariwisata yang membawa puluhan pelajar SMK 1 PGRI Karanganyar, Jawa Tengah, masuk jurang di jalur Cemoro Sewu, Sarangan Selasa (25/9) pukul 11.00 WIB. Akibat peristiwa itu, dua orang tewas dan 11 orang luka. (fat/fat)











































