DetikNews
Selasa 25 September 2018, 19:23 WIB

Sidang Perdana Keyko si Ratu Prostitusi Online Diwarnai Isak Tangis

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Sidang Perdana Keyko si Ratu Prostitusi Online Diwarnai Isak Tangis Keyko di persidangan (Istimewa)
Surabaya - Yunita alias Keyko menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya dalam kasus prostitusi online. Sidang perdana yang mengagendakan dakwaan itu diwarnai isak tangis Keyko.

Dakwaan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabetania R. Paembonan. JPU membacakan terkait kronologi penangkapan Keyko Polda Jatim di salah satu hotel di Surabaya sekitar 4 bulan lalu.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan empat orang saksi yakni laki-laki dan perempuan yang digerebek dalam kondisi telanjang bulat. Dua dari empat saksi yakni Yunita Indah Lestari dan Arie Indriyani mengakui jika mereka merupakan anak buah Keyko.

"Mereka berdua adalah pekerja seks komersial," kata JPU Sabetania dalam sidang di Ruang Sari, Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (25/9/2018).

Keyko ditangkap di rumahnya yang berada di kawasan Jalan By Pass Ngurah Rai, Denpasar Bali. Dalam dakwaannya, JPU menyebutkan jika Keyko mendapatkan keuntungan sekitar 35 persen dari anak buahnya ketika mendapatkan order, dengan menggunakan sistem pembayaran melalui rekening Bank BCA atas nama Eka Ayu Febrianti.

Usai mendengarkan dakwaan yang dibacakan oleh JPU, Keyko tak kuasa menahan air matanya. Perempuan 40 tahun itu sesekali menyeka air matanya yang bercucuran.


Melihat terdakwa menangis, Ketua Majelis Hakim, langsung menanyakan kepada Keyko apakah mengerti dakwaan yang dibacakan oleh JPU.

"Saudara kenapa menangis. Apakah saudara tidak menanggapi ya. Apakah saudara mengerti atas dakwaan tadi, mengerti?," tanya Ketua Majelis Hakim, Maxi Sidarlaki.

Keyko yang tak kuasa menahan air matanya tak bisa menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim. Ia hanya menganggukkan kepala saja seraya mengatakan mengerti apa yang dibacakan oleh JPU.

"Saya demam, sejak kemarin," jawab singkat Keyko kepada majelis hakim.

Usai mendengar tuntutan JPU dan mendengarkan jawaban dari Keyko, Majelis Hakim kemudian menunda persidangan dengan alasan tidak hadirnya kedua saksi.

"Sidang dinyatakan selesai dan sidang ditunda pada minggu depan," kata Ketua Majelis Hakim Maxi sambil mengetuk palu.

Usai menjalani sidang, Keyko mengaku terpaksa menjalani bisnis prostitusi demi hidup.

"Yang mengakibatkan saya bekerja seperti ini adalah mantan suami saya. Saya diusir tanpa biaya. Di pengadilan pun saya dibikin kalah oleh mertua saya yang bekerja di SPBU di Surabaya, itu aja," kata Keyko sembari menangis.

Keyko menceritakan awal mula dia terjerumus dalam dunia prostitusi online sebagai muncikari adalah karena untuk mencukupi kedua anaknya setelah bercerai dengan suaminya.

"Kalau dulu memang diajarin oleh teman saya. Kemudian saya sempat berhenti. Kalau kemarin saya dimintai tolong oleh teman saya. Karena kasihan mereka juga senasib dengan saya. Anaknya ditelantarkan, kondisinya hampir sama dengan saya. Akhirnya saya bantu," ungkap Keyko.


Keyko juga mengakui jika perbuatannya menggeluti dunia prostitusi online dengan menjadi muncikari bukanlah karena nekat melainkan ingin membantu, meski ia mengerti jika perbuatannya selalu dipantau oleh pihak yang berwajib.

"Saya bukan nekat, tapi saya hanya ingin membantu mereka. Meski saya tahu kalau saya akan di-TO lagi itu aja," ungkap Keyko.

Keyko juga mengelak jika dibilang menjadi 'Ratu Muncikari', padahal menurut Keyko masih ada rekannya yang menjalankan bisnis yang sama dengan cukup besar.

"Saya hanya membantu sewa saja. Tapi kok saya dibilang besar-besar. Ya kalau mungkin saya share foto-foto mungkin besar saya dapat dari mereka. Kalau saya dibilang besar saya bisa buka penthouse itu saja," ujar Keyko.

Keyko juga mengakui, jika pihaknya hanya mengenalkan dengan peminat anak-anak buahnya yang ingin dibantu oleh Keyko.

"Saya tidak ngomong menjual. Saya hanya dimintai tolong. Saya hanya mengenalkan mereka saja. Karena sama-sama temen saling kenal dan saling butuh. Saya hanya perantaranya," ungkap Keyko.

Selain itu, Keyko juga menyesalkan atas pemberitaan di salah satu media yang menyebutnya sebagai 'Ratu Muncikari'. "Nama saya tertulis jelas di media. Membuat kondisi Kedua anak saya terguncang dan karut marut," tandas Keyko.



Tonton juga 'Germo Prostitusi Gay Orang Tertutup':

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed