DetikNews
Kamis 20 September 2018, 16:51 WIB

Bupati Ipong Minta Maaf Soal Kades Bisa Jadi Tim Kampanye

Charoline Pebrianti - detikNews
Bupati Ipong Minta Maaf Soal Kades Bisa Jadi Tim Kampanye Foto: Charoline Pebrianti
Ponorogo - Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni meminta maaf terkait ucapannya bahwa Kepala Desa (kades) bisa jadi tim kampanye partai politik untuk Pilpres 2019 mendatang. Apa yang membuat Ipong akhirnya meminta maaf?

"Saat pelantikan Pilkades itu saya salah dan untuk itu saya mohon maaf," tutur Ipong saat ditemui di Gedung Sasana Praja, Jalan Diponegoro, Kamis (20/9/2018).

Ipong mengatakan apa yang dia ungkapkan saat itu berdasarkan hasil diskusinya dengan anggota KPU Pusat Hasyim Asyari.


"Usai ngomong itu (kades bisa jadi tim kampanye) saya langsung menghubungi pak Hasyim Asyari sama Ketua Bawaslu Muhammad Syaifulloh. Ternyata keliru," jelas Ipong.

Bahkan menurut Ipong, hasil percakapannya dengan Hasyim Asyari pun masih ada. Di sana Hasyim mengatakan boleh. Bagi Ipong ternyata anggota KPU pun masih bisa salah.

"Anggota KPU pun bisa salah, saat saya diskusi dengan Pak Syaifulloh itu beliau mengatakan tidak boleh. Izin cuti saja tidak boleh," kata Ipong.


Bapak tiga orang anak ini awalnya mengira jabatan kades layaknya bupati yang bisa cuti untuk jadi timses pemilu. "Saya salah saat menyampaikan statement saat pelantikan Kades," lanjut Ipong.

Dari hasil diskusinya dengan anggota KPU pusat dan Bawaslu Ponorogo, Ipong baru mengetahui jika mengacu pada UU no.7 Tahun 2017 pasal 280 ayat 2-4 tertulis dengan jelas larangan terhadap para PNS, TNI, Polri, perangkat desa, Kades maupun anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk menjadi pelaksana atau tim kampanye pemilu. Jika terbukti ikut dalam kampanye, oknum tersebut langsung masuk ke dalam pelanggaran pidana dengan ancaman hukuman 1 tahun dan denda Rp 12 juta.

"Berdasarkan UU tersebut Kades tidak boleh ikut dalam tim kampanye partai apapun atau capres siapapun," jelas Ipong.

Namun Ipong mengaku bersyukur karena saat pidato, ia menyampaikan ke para kades bahwa boleh berpolitik asal sesuai aturan, namun jika aturan mengatakan dilarang maka dilarang.

"Kalau aturannya nggak boleh berarti ya nggak boleh," imbuhnya.

Ipong pun mengaku sudah dihubungi salah satu tim kampanye, ia pun masuk ke tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin bersama dengan Ali Mufti. "Saya jadi tim pengarah pemenangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin untuk wilayah Ponorogo," pungkas Ipong.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed