DetikNews
Kamis 20 September 2018, 14:37 WIB

Tuntut Jadi PNS, Guru Honorer K2 Bondowoso Gelar Aksi Damai

Chuk S Widarsha - detikNews
Tuntut Jadi PNS, Guru Honorer K2 Bondowoso Gelar Aksi Damai Foto: Chuk S Widarsha
Bondowoso - Ratusan guru honorer se-kabupaten Bondowoso menggelar aksi damai di depan kantor Pemkab. Mereka menyampaikan aspirasi menolak pola rekrutmen CPNS tahun 2018.

Selain itu, para guru yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori-2 Indonesia (FHK2I) Bondowoso ini juga menolak Permen PANRB Nomor 36 dan 37 /2018. Mereka mendesak segera disahkannya revisi UU Aparatur Sipil Negara (ASN).

Tuntutan pemberian insentif daerah dan seragam dinas sesuai Perda No.6/200 serta desakan agar pemerintah segera mengangkat honorer K2 menjadi PNS juga menjadi aspirasi mereka.


Menurut koordinator aksi, Jupri, para guru ini sudah berbakti sekian tahun. Bahkan ada yang menjadi guru selama belasan dan lebih dua puluh tahun. Untuk itu, mereka menuntut hak untuk dapat menjadi PNS.

"Kami sebagai honorer K2 merasa tidak diperhatikan oleh pemerintah. Bahkan sesuai Permen PANRB Nomer 36 dan 37/2018, ada batasan usia maksimal 35 tahun," ungkap Jufri berorasi, Kamis (20/9/2018).

Dari pantauan detikcom, dalam aksi damai tersebut, para guru tampak membentangkan sejumlah poster tuntutan di antaranya 'Gaji kami hanya 150 ribu perbulan', 'Hargai kami telah mendidik anak bangsa', 'Sahkan revisi UU ASN', dan lainnya.


Usai menggelar aksi di halaman Pemkab Bondowoso, mereka kemudian melanjutkan aksinya ke gedung DPRD Bondowoso di Kecamatan Tenggarang. Dalam aksi ini, mereka langsung ditemui pimpinan wakil rakyat.

"Kami sudah lama membahas dan memperjuangkan Anda semua. Kami bersama para pimpinan DPRD se-Indonesia berencana menghadap langsung ke presiden untuk membawa persoalan tersebut," kata Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, Tohari, di hadapan para guru honorer.

DPRD Bondowoso juga membuat surat pernyataan yang intinya mendesak pemerintah pusat untuk segera merevisi UU no 5 tahun 2014 tentang ASN.

"Sebagai wakil rakyat, kami akan tandatangani langsung surat pernyataan dukungan ini," pungkas Tohari, disambut suka cita para guru.




Tonton juga 'Mendikbud Sayangkan Aksi Mogok Kerja Guru Honorer':

[Gambas:Video 20detik]


(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed