DetikNews
Rabu 19 September 2018, 11:46 WIB

Anak Penjual Koran yang Belajar di Pinggir Jalan: Saya Ingin Jadi Masinis

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Anak Penjual Koran yang Belajar di Pinggir Jalan: Saya Ingin Jadi Masinis Foto: Deni Prastyo Utomo
Surabaya - Dengan segala keterbatasan, Muhammad Irvian tak malu ataupun segan belajar dimanapun, termasuk di pinggir jalan. Toh ia belajar sembari menemani sang ibu berjualan koran.

Dijelaskan sang ibu, Siti Sumriyeh Hasanah (34), putra bungsunya itu memiliki semangat belajar yang tinggi, bahkan melebihi kakak-kakaknya yang sudah duduk di bangku SMP dan SMK.

Ini juga terlihat dari cita-cita bocah yang baru duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK) B tersebut.

"Cita-cita saya ingin menjadi masinis," katanya ketika berbincang dengan detikcom, Rabu (19/9/2018).


Hal ini membuat ibunya keheranan. "Kalau ditanya selalu jawabnya ingin menjadi masinis. Ndak tahu kok bisa gitu. Padahal kita kerjanya hanya begini. Ya saya hanya mendoakan saja," ungkapnya.

Ibu tiga anak itu pun terkejut ketika melihat Irvian ternyata taat beribadah dan tekun dalam mengaji.

"Ketika azan sudah berkumandang, anak saya selalu minta berangkat sholat di masjid terdekat. Bahkan pernah bilang hidup itu untuk ibadah dan mengaji, jangan kerja terus. Saya heran padahal saya tidak pernah mengajarinya," paparnya.

Anak Penjual Koran yang Belajar di Pinggir Jalan: Saya Ingin Jadi MasinisFoto: Deni Prastyo Utomo

Wanita asal Sampang itu mengaku berjualan koran untuk membantu suaminya, Kamil Jufana (46) yang bekerja sebagai kuli bangunan. Hasilnya pun sebenarnya tak seberapa. Tiap lembar koran yang berhasil dijual ia hanya mendapatkan keuntungan Rp 500-1.000.

"Hasilnya lumayan untuk membantu suami saya. Asal tidak minta-minta," tandasnya bersyukur.


Selain menjual koran, terkadang Sumriyeh juga membantu petugas DKRTH membersihkan sampah-sampah daun di sekitar taman Jalan Kertajaya di mana ia sering menjajakan koran. Ia hanya berharap dengan begitu taman tersebut juga lebih nyaman dijadikan tempat untuk belajar Irvian setiap hari.

Meski demikian, Sumriyeh menegaskan anaknya tak pernah diajak berjualan koran. Ia memilih mengajak Irvian belajar di sekitar tempatnya berjualan karena tak ada yang menemaninya di rumah.

"Tidak ada terbesit sekalipun mengajak anak saya ikut menjual koran. Saya hanya ingin membantu anak saya kalau ada tugas PR yang harus diselesaikan. Taman ini enak sejuk," tegasnya.




Tonton juga 'Walau Disabilitas Faris Punya Semangat Belajar Tinggi':

[Gambas:Video 20detik]


(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed