DetikNews
Jumat 14 September 2018, 16:22 WIB

Naik Bus Bayar dengan Botol Plastik Antar Surabaya Masuk Nominasi

Zaenal Effendi - detikNews
Naik Bus Bayar dengan Botol Plastik Antar Surabaya Masuk Nominasi Warga mengantre untuk bisa naik Bus Suroboyo yang dibayar dengan sampah. (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Kota Surabaya kembali masuk dalam nomisasi Guangzhou Award tahun 2018 karena salah satu inovasi yang dimilikinya, yaitu memberlakukan aturan membayar dengan botol plastik atau sampah sebagai tiket naik Bus Suroboyo.

Agenda internasional tersebut rupanya sudah diikuti Surabaya sebanyak 3 kali, namun gagal. Untuk itu dalam keikutsertaannya kali ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismahrini optimis Kota Pahlawan mampu meraih penghargaan tersebut.

"Semoga yang keempat ini bisa menang," ujar Risma saat ditemui di Dyandra Convention Hall, Jumat (14/9/2018).


Risma menegaskan bahwa setiap kali Surabaya mengikuti berbagai macam perlombaan level lokal maupun internasional, ia selalu menekankan kepada seluruh ASN dan warga bahwa penghargaan bukanlah yang utama.

"Justru tujuan utama kita adalah mensejahterakan warga Surabaya agar hidup lebih baik ke depannya," ungkap Risma.

Nicholas You selaku Director of Guangzhou Institute for Urban Innovation mengatakan alasan terpilihnya Surabaya dalam nominasi Guangzhou Award karena inisiatif yang dilakukan ibukota Jawa Timur ini untuk melibatkan masyarakat dalam setiap kebijakan mereka.

Nicholas mencontohkan, pembayaran transportasi umum menggunakan botol plastik kosong. Hal ini dianggap sebagai salah satu contoh inisiatif pengelolaan sampah yang baik.

"Jadi meskipun populasi berkembang, jumlah limbah yang dihasilkan semakin berkurang," terangnya.


Bahkan Nicholas mengatakan Surabaya sudah layak disebut sebagai kota berkelanjutan karena sistem pengelolaan sampah atau limbah partisipatif yang bisa dijadikan titik awal bagi Surabaya untuk menjadi kota yang lebih berkelanjutan.

"Ini adalah indikator kunci dari perubahan perilaku. Mungkin salah satu bahan terpenting untuk memperkenalkan perubahan di sektor lain seperti transportasi dan mobilitas, energi, keselamatan dan nutrisi," tandasnya.

Nantinya, Indonesia akan bersaing dengan 14 kota untuk mendapatkan Guangzhao Award di antaranya, Brusells-Belgia; Dangbo-Benin; Federal District-Brazil; Vaudreuil-Dorion Kanada; Vancouver-Kanada; Guangzhou dan Nanning, China; Bogota dan Curridabat, Kolombia; Senftenberg-Germany; Isfahan-Iran; Hong Kong; Eliat dan Kfar Saba, Israel; dan Bologna-Italia.

"Kota-kota terpilih akan diundang ke Guangzhou pada awal Desember dan juri akan memutuskan pemenang berdasarkan presentasi serta aplikasi tertulis yang telah diajukan setiap kota," tutup Nicholas.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed