DetikNews
Kamis 06 September 2018, 17:10 WIB

Catat, Jalur Trenggalek-Ponorogo Hanya Bisa Dilewati di Jam-jam Ini

Adhar Muttaqin - detikNews
Catat, Jalur Trenggalek-Ponorogo Hanya Bisa Dilewati di Jam-jam Ini Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Kepolisian Resor Trenggalek memberlakukan sistem buka tutup selama penanganan tanah longsor dan penataan tebing di ruas jalan nasional Trenggalek-Ponorogo. Dalam sehari, jalur utama hanya dibuka tiga kali, sedangkan sebagian kendaraan dialihkan melalui jalur lain.

Kapolsek Tugu, Iptu Bambang Purwanto, mengatakan penutupan dan pembukaan jalur di jalur Trenggalek-Ponorogo Km 16 secara bertahap itu sengaja dilakukan agar arus lalu lintas dari kedua arah lancar. Selain itu, untuk menghindari jatuhnya korban jiwa maupun luka apabila terjadi longsor susulan.

"Karena sampai saat ini kondisinya masih sering terjadi longsor susulan, bahkan tadi malam batu berukuran besar juga jatuh di jalan. Beruntung jalur sedang ditutup," kata Bambang kepada detikcom, Kamis (6//9/2018).


Berikut jadwal pembukaan jalur nasional Trenggalek-Ponorogo:

05.30 WIB - 07.00 WIB jalur dibuka

07.00 WIB - 11.00 WIB jalur ditutup

11.00 WIB - 13.00 WIB jalur dibuka

13.00 WIB - 16.00 WIB jalur ditutup

16.00 WIB - 18.00 WIB jalur dibuka

18.00 WIB - 05.30 WIB jalur ditutup

Selama proses penutupan, tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan proses pembersihan jalur serta melakukan pengerjaan penataan tebing.

Bambang menjelaskan, pada saat jalur ditutup, pihaknya juga mengalihkan arus lalu lintas dari jalur utama ke jalur alternatif melalui lokasi proyek pembangunan Bendungan Tugu. Namun jalur alternatif itu hanya terbatas untuk sepeda motor dan minibus, sedangkan truk dan angkutan berat lainnya tetap harus mengantre di jalur utama.

"Selain itu, untuk jalur alternatif di lokasi bendungan juga hanya terbatas hingga pukul 17.00 WIB, malam hari tidak boleh," tegasnya.


Sedangkan untuk malam hari, ruas jalan ini juga akan ditutup hingga pagi hari. Hal ini terpaksa dilakukan karena jalur ini tidak memiliki penerangan yang memadai, sehingga dikhawatirkan longsor susulan akan mengancam para pengguna jalan.

"Sebetulnya kalau melam tidak dikerjakan, akan tetapi seperti yang kita tahu tebing ini masih rawan sekali, bahkan pada saat dibuka terkadang terjadi longsor susulan. Petugas mau mengamati juga susah karena gelap," jelas Bambang.

Dalam dua pekan terakhir, longsor berulang kali terjadi di jalur utama Trenggalek-Ponorogo ini. Reruntuhan material tanah bercampur batu berulang kali ambrol dan menutup badan jalan.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed