Korupsi Massal APBD, Sekda Kota Malang Hadiri Pemeriksaan KPK

Muhammad Aminudin - detikNews
Jumat, 31 Agu 2018 14:51 WIB
Penyidik KPK datang di Polres Malang Kota/Foto: Muhammad Aminudin
Malang - KPK mulai menggelar pemeriksaan skandal korupsi massal APBD-perubahan Kota Malang tahun 2015. Hari pertama pemeriksaan digelar di Polres Malang Kota menghadirkan para saksi. Salah satunya Sekretaris Pemkot Malang Wasto.

Wasto tiba di Polres Malang Kota seorang diri. Dia langsung menuju ruang pemeriksaan. Sebelum pukul 10.00 WIB, para penyidik KPK hadir terlebih dahulu. Seperti sebelumnya, mereka membawa perlengkapan pemeriksaan yang dibawa menggunakan koper.

Para penyidik enggan memberikan keterangan saksi saat ditanya wartawan, begitu juga dengan Wasto. Ini bukan pemeriksaan pertama KPK kepada Wasto, sejak bergulir dugaan suap APBD-perubahan tahun 2015, ini merupakan pemeriksaan kesekian kalinya.

Selain Wasto belum terlihat saksi lain turut hadir memenuhi panggilan KPK. Apakah itu berasal dari lingkungan Pemkot Malang maupun DPRD Kota Malang.


Sony Yudiarto duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Malang mengaku, ikut dipanggil dalam pemeriksaan KPK di Malang. Dia dihadirkan sebagai saksi dengan tersangka Ribut Harianto politisi PAN atas kasus suap pembahasan APBD-perubahan tahun 2015.

"Saya dipanggil untuk hari Sabtu (1 September 2018), sebagai saksi dengan tersangka Pak Ribut. Kasusnya tetap yang dulu (suap APBD-perubahan tahun 2015)," ujar anggota Fraksi Demokrat ini, Jumat (31/8/2018).

Kasubag Humas Polres Malang Kota Ni Made Marhaeni mengaku, pemeriksaan KPK bakal berlangsung selama dua hari ini. "Hari merupakan pemeriksaan hari pertama," ujarnya terpisah.

Informasi beredar, enam anggota DPRD Kota Malang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap APBD-perubahan tahun 2015. Sebelumnya, 18 anggota DPRD Kota Malang sudah ditahan dan kini menjalani persidangan. Kasus korupsi massal ini juga menyeret wali kota non aktif Moch Anton.

Korupsi massal melibatkan DPRD dan wali kota non aktif Moch Anton diungkap KPK. Perkara ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Ketua DPRD Malang 2014-2019 M Arief Wicaksono dan Kadis PU Malang 2015 Jarot Edy Sulistiyono. Keduanya pun saat ini telah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya.

KPK kemudian mengembangkan kasus ini dan menetapkan 19 orang tersangka yaitu Anton selaku Wali Kota Malang 2013-2018 serta 18 anggota DPRD periode 2014-2019.

KPK menyebut Anton memberikan suap Rp 700 juta ke Arief melalui Jarot. Setelah itu, Arief disebut membagikan Rp 600 juta ke para anggota DPRD Malang.

Jika dirangkum, ada 3 politikus PDIP, 4 PKB, 1 Gerindra, 3 Demokrat, 2 PAN, 1 PPP, 1 Hanura, dan 3 Golkar. Berikut ini identitas lengkapnya:

1. Moch Anton - Wali Kota non aktif Malang
2. Suprapto - Anggota DPRD Kota Malang - PDIP
3. Zainuddin - Wakil Ketua DPRD Kota Malang - PKB
4. Sahrawi - Anggota Kota DPRD Malang - PKB
5. Salamet - Anggota Kota DPRD Malang - Gerindra
6. Wiwik Hendri Astuti - Wakil Ketua DPRD Kota Malang - Demokrat
7. Mohan Katelu - Anggota DPRD Kota Malang - PAN
8. Sulik Lestyowati - Anggota DPRD Kota Malang - Demokrat
9. Abdul Hakim - Anggota DPRD Kota Malang - PDIP
10. Bambang Sumarto - Anggota DPRD Kota Malang - Golkar
11. Imam Fauzi - Anggota DPRD Kota Malang - PKB
12. Syaiful Rusdi - Anggota DPRD Kota Malang - PAN
13. Tri Yudiani - Anggota DPRD Kota Malang - PDIP
14. Heri Pudji Utami - Anggota DPRD Kota Malang - PPP
15. Hery Subiantono - Anggota DPRD Kota Malang - Demokrat
16. Ya'qud Ananda Gudban - Anggota DPRD Kota Malang - Hanura
17. Rahayu Sugiarti - Anggota DPRD Kota Malang - Golkar
18. Sukarno - Anggota DPRD Kota Malang - Golkar
19. Abdulrachman - Anggota DPRD Kota Malang - PKB (fat/fat)