DetikNews
Senin 27 Agustus 2018, 17:40 WIB

Jalan Nasional Trenggalek Kerap Longsor, Ini Strategi Kementerian PUPR

Adhar Muttaqin - detikNews
Jalan Nasional Trenggalek Kerap Longsor, Ini Strategi Kementerian PUPR Jalan Nasional Trenggalek kerap longsor/Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Kementerian Pekerjaan Umum dan Peruhaman Rakyat (PUPR) berencana melakukan perontokan tebing. Perontokan tebing itu dilakukan di Km 16 Jalan Nasional Trenggalek-Ponorogo, karena terus-terusan longsor.

Kepala Bidang Preservasi dan Peralatan I BBPJN VIII Kementerian PUPR, Sodeli, mengatakan perontokan material batu dan tanah di tebing setinggi 50 meter itu rencana akan dilakukan dalam waktu dekat. Hal ini dinilai cara paling tepat agar tidak membahayakan pengguna jalan dan pekerja.

"Tebing ini kondisinya labil, sehingga mudah sekali longsor. Makanya kami akan merontokkan itu dengan cara disemprot menggunakan mobil pemadam kebakaran. Sehingga batu-batuan dan tanah yang labil itu agar jatuh sekalian," kata Sodeli.

Proses perontokan tebing dipastikan menganggu arus lalu lintas dari kedua arah dalam beberapa saat. Namun ke depannya potensi longsor bisa diminimalisir. Sebab, tebing yang tersisa adalah batuan dan tanah yang relatif stabil.


Selain untuk keamanan pengguna jalan, pelongsoran tebing juga demi keselamatan para pekerja yang saat ini sedang melakukan penataan tebing di ruas Trenggalek-Ponorogo.

Sesuai rencana, tebing dengan kemiringan ekstrim dan rawan longsor akan dilakukan bentengi dengan tembok penahan. Sehingga saat terjadi longsor, materialnya tidak sampai menutup total badan jalan.

Pengerjaan tembok penahan itu dilaksanakan dengan memasang bor pile. Dan selanjutnya dipasang tembok dengan jarak 4 meter dari tebing. Selain itu kemiringan tebing juga dilakukan pengurangan dengan sistem terasering.

Sementara Kabag Protokol dan Rumah Tangga Pemkab Trenggalek, Triadi Atmono, membenarkan rencana Kementerian PUPR tersebut. Dan Pemkab Trenggalek mengaku siap memberikan pelayanan untuk normalisiasi jalur utama itu.


"Kami sudah diberitahu tentang rencana itu, jadi memang benar kondisi tebing di KM 16 itu sangat rawan longsor, bahkan terkena getaran sedikit saja sudah rontok batuan-batuannya. Ini terjadi pada saat pembukaan longsor kemarin," kata Triadi.

Reruntuhan batuan tersebut dinilai cukup berbahaya bagi para pengguna jalan maupun pekerja, karena bisa mengakibatkan kecelakaan. Bahkan pada saat pengerjaan, sejumlah pekerja harus menyelamatkan diri karena tiba-tiba terjadi longsoran batu.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed