DetikNews
Jumat 24 Agustus 2018, 18:25 WIB

Elpiji 3 Kg Langka di Malang, Pertamina Naikkan Stok Hingga 200%

Muhammad Aminudin - detikNews
Elpiji 3 Kg Langka di Malang, Pertamina Naikkan Stok Hingga 200% Foto: Muhammad Aminudin
Malang - PT Pertamina (Persero) menambah stok distribusi elpiji 3 kg sebanyak 200 persen. Langkah ini, untuk mengatasi kelangkaan elpiji di pasaran beberapa waktu terakhir. Pertamina mengklaim jika stok akan kembali normal.

"Kami sudah menambah pengiriman sampai 200 persen dari jumlah biasanya yang hanya sebanyak 35.500 tabung (elpiji 3Kg)," ungkap Senior Sales Eksekutif LPG VI Pertamina MOR V, Ancala Egah pada wartawan di Balai Kota Malang Jalan Tugu, Jumat (24/8/2018).

Ancala mengungkapkan, penambahan sudah berlangsung sejak awal pekan ini. Dia memastikan jika hari ini, distribusi stok elpiji 3 kg sudah akan sampai di tingkat pengecer.

"Memang butuh recovery, agar distribusi stok normal kembali. Kini sudah berjalan dari SPBE ke agen sampai nanti ke pengecer," beber Ancala.

Dijelaskan, penambahan sebanyak 200 persen tersebut, memperbanyak jumlah ketersediaan tabung gas elpiji 3 kg di wilayah kerjanya.

"200 persen itu berarti sebanyak hampir 70 ribu tabung elpiji, khusus untuk ukuran 3 kilogram. Kita akan pantau terus hingga penyaluran sampai di tingkat pengecer," jelasnya.

Rapat khusus membahas ketersedian tabung elpiji 3 kg digelar Pertamina MOR V dengan Pemerintah Kota Malang di Balai Kota Malang, Jumat pagi. Harapannya, kelangkaan sempat terjadi di wilayah Malang bisa segera teratasi.

Plt Wali Kota Malang Sutiaji menekankan adanya pengawasan maksimal dalam penyaluran elpiji 3 kg. Sehingga, masyarakat tak sampai mengalami kesulitan untuk mendapatkan elpiji ukuran 3 kg.

"Memang belum ditemukan indikasi penyimpangan, tetapi pengawasan harus dimaksimalkan. Sehingga tak sampai terjadi kelangkaan," ungkap Sutiaji terpisah.

Sutiaji turut menjelaskan jika tabung elpiji ukuran 3 kg memang diperuntukkan bagi masyarakat tertentu, karena status bersubsidi.

"Tabung 3 kg itu bersubsidi, jadi seharusnya dimanfaatkan bagi masyarakat yang layak menggunakannya. Memang belum ada spekulasi pengalihan penggunaan, tetapi kami berharap tak sampai langka dan harganya tinggi," harap wali kota terpilih di Pilwali Malang 2018 ini.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed