DetikNews
Selasa 21 Agustus 2018, 17:01 WIB

Keluarga Telah Siapkan Makam untuk Mahasiswi yang Tewas di Jerman

Muhammad Aminudin - detikNews
Keluarga Telah Siapkan Makam untuk Mahasiswi yang Tewas di Jerman Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Keluarga Shinta Putri Dina Pertiwi (24), mahasiswi asal Kota Malang yang tewas di Jerman, telah menyiapkan makam jelang kedatangan jenazah. Kendati demikian, makam belum digali.

"Makam sudah disiapkan, tapi belum digali. Karena kami juga menunggu informasi resmi soal kepulangan jenazahnya," ujar ibu Shinta, Umi Salamah kepada detikcom, Selasa (21/8/2018).

Umi menambahkan, sesuai rencana jenazah akan dimakamkan di TPU Bandulan, tak jauh dari kediaman mereka di Jalan Bandulan 12, Sukun, Kota Malang.


Keluarga memang tengah menanti kepastian kepulangan jenazah Shinta yang belum jelas. Sebelumnya pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jerman mengatakan bahwa jenazah Shinta diperkirakan akan sampai di tanah air pada hari Minggu (19/8/2018). Namun hingga hari ini, kabar itu tak terbukti.

Keluarga, terutama Umi, akhirnya menulis surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo demi meminta kejelasan terkait pemulangan jenazah Shinta.

Setelah mengirimkan surat terbuka, keluarga kembali mendapatkan kabar terakhir dari Kementerian Luar Negeri. Kabar tentang rencana pemulangan jenazah Shinta ini disampaikan melalui WhatsApp, Senin (20/8/2018) malam.

"Kami dapat kabar terbaru dari Kemenlu melalui WA malam kemarin, bahwa jenazah akan dipulangkan 23 Agustus nanti. Janjinya secara resmi akan dikirim hari ini, tapi sampai sekarang surat itu belum kami terima, hanya via WA saja," ujar ibu tiga anak ini.


Informasi itu juga menyebutkan bahwa Bestattung atau rumah persemayaman jenazah Shinta telah memesan perusahaan ekspedisi untuk mengirimkan jenazah mahasiswi Universitas Bayreuth itu ke Indonesia.

"Disampaikan jenazah tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 23 Agustus 2018 sekitar pukul 11.35 WIB dengan flight TG 433," ungkap Umi.


Namun bagi Umi, pemberitahuan via WhatsApp itu saja dirasa belum meyakinkan, sehingga mereka lebih memilih menunggu pemberitahuan secara resmi yang dijanjikan Kemenlu.

"Beliau (pejabat Kemenlu, red) yang memberikan kabar, berjanji akan mengirim pemberitahuan secara resmi, tapi sampai saat ini (pukul 3 sore) belum juga kami terima," tandasnya.

Keluarga khawatir informasi yang disampaikan melalui WhatsApp itu akan berujung kekecewaaan seperti halnya yang dialami pekan lalu.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed