DetikNews
Selasa 21 Agustus 2018, 12:39 WIB

Ibu Pemuda yang Tewas di Makam Keramat: Kalau Bisa Pelaku Dihukum Mati

Enggran Eko Budianto - detikNews
Ibu Pemuda yang Tewas di Makam Keramat: Kalau Bisa Pelaku Dihukum Mati Lokasi pembunuhan Junaidi. (Foto: Enggran Eko Budianto/File)
Jombang - Asiyah (47) tak menyangka anak bungsunya, Junaidi (19) bakal tewas di tangan temannya sendiri. Junaidi ditemukan tewas di sebuah makam keramat di Jombang setelah dirampok temannya sendiri.

Untuk mengobati kesedihannya, Asiyah meminta pelaku dihukum mati.

Menurut Asiyah, Junaidi sebenarnya belum lama bekerja di pabrik kayu yang ada di Lamongan. Sejak saat itu, Junaidi diakui jarang bercengkerama dengannya karena pulang ke Jombang hanya sepekan sekali.


Namun berbeda dengan pekan lalu, Junaidi pulang lebih awal, yaitu pada Kamis (16/8) malam. Kebetulan keesokan harinya adalah hari libur nasional HUT Kemerdekaan RI ke 73. Kendati demikian, Asiyah mengaku tak punya kesempatan untuk sekadar berbincang dengan Junaidi.

"Sabtu (18/8) kerja lagi pulang jam 4 sore. Malam Minggu (Sabtu malam) dia pergi ngopi pulang jam 12 malam sama teman-temannya," kata Asiyah kepada wartawan di rumahnya, Dusun Plemahan, Desa Banyuarang, Ngoro, Jombang, Selasa (21/8/2018).

Sementara pada hari Minggu (19/8), Asiyah tak sempat bersapa dengan Junaidi sebelum pergi untuk selamanya. Ia hanya melihat putranya itu masih tidur saat akan berangkat ke sawah.


Setelah itu Junaidi pergi tanpa pamit saat ibu tiga anak ini bekerja di sawah. "Anaknya pergi tak pamit. Saya pas ke sawah," ujarnya.

Istri dari Marsudi (54) itu tak menyangka kepergian Junaidi kala itu bakal membawa petaka. Ponsel pintar dan sepeda motor yang dibawa putranya saat itu justru memancing aksi kekerasan hingga merenggut nyawanya.

"Saya dapat kabar dari para tetangga kalau Jun (panggilan Junaidi) meninggal dibunuh. Tetangga lihat di medsos," terangnya.

Di mata Asiyah, Junaidi merupakan sosok yang pendiam. Hanya saja pemuda bertubuh kurus ini memang cenderung mudah tersulut emosi.


Meski demikian berat baginya untuk mengikhlaskan kepergian Junaidi. "Terserah polisi saja, tapi kalau bisa dihukum mati, saya sudah ikhlas," tandasnya sembari menyeka air mata yang tak henti membasahi pipinya.

Junaidi tewas setelah ditikam sebanyak 6 kali oleh temannya, Sodikin (23), warga Dusun Ngentak, Desa Sukosari, Jogoroto, Jombang. Mayatnya ditemukan warga di area makam keramat Mbah Sentono pada Minggu (19/8) siang.


Polisi menyebut pembunuhan dan perampokan ini sudah direncanakan oleh tersangka. Salah satunya pisau dapur yang dipakai Sodikin untuk menikam korban ternyata sejak awal sudah disiapkan.

Akibat perbuatannya, Sodikin dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Hukuman maksimal mati atau penjara seumur hidup sudah menantinya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed