DetikNews
Senin 20 Agustus 2018, 20:01 WIB

Surat Terbuka Ibu Mahasiswi yang Tewas di Jerman untuk Presiden Jokowi

Muhammad Aminudin - detikNews
Surat Terbuka Ibu Mahasiswi yang Tewas di Jerman untuk Presiden Jokowi Foto: Muhammad Aminudin/File
Malang - Keluarga Shinta Putri Dina Pertiwi (24), mahasiswi yang tewas tenggelam di Jerman akhirnya mengirimkan surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo.

Surat ini didasari pembatalan rencana kepulangan jenazah mahasiswa Universitas Bayreuth ini yang tak berujung kepastian.

"Saya buat surat terbuka untuk Mr Presiden, Bapak Ir Joko Widodo, untuk menyampaikan persoalan yang kami hadapi," ungkap ibu Shinta, Umi Salamah kepada detikcom, Senin (20/8/2018).


Dalam surat terbuka itu, Umi juga menceritakan bagaimana rencana pemulangan Shinta yang dijadwalkan akhir pekan lalu malah batal tanpa informasi jelas atau pemberitahuan terlebih dahulu.

Ibu tiga anak ini mengaku telah mengirimkan surat terbuka tersebut ke akun media sosial Presiden Jokowi siang ini. Ia berharap keluh kesahnya segera bisa menemukan jawaban.


"Kami kirim ke Instagram Presiden Joko Widodo. Kami ini rakyat kecil mau mengadu kemana lagi," tambah Umi.

Umi turut melampirkan screenshoot percakapan antara pihak keluarga dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jerman terhitung sejak 10-20 Agustus 2018.


Berikut penggalan surat terbuka Umi Salamah kepada Jokowi:


SURAT TERBUKA UNTUK MR. PRESIDEN RI, Bapak Ir. JOKO WIDODO
Kepada Yth. Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo

Pertama, kami menyampaikan terima kasih atas kecepatan informasi berita duka putri kami "Shinta Putri Dina Pertiwi" mahasiswa yang mengalami musibah tenggelam di danau Trebgast, Bayreuth Jerman,
Terima kasih juga atas bantuan biaya yang dijanjikan untuk pemulangan jenazah putri kami, yang rencana dijadwalkan Rabu atau Kamis, 15-16 Agustus 2018 (Info dari Bapak Joneri-KJRI dan Bapak Fajar-Ditjen Perlindungan WNI Kemenlu).

Akan tetapi, sampai saat ini kami belum melihat realisasi pemulangan jenazah putri kami. Hasil komunikasi selanjutnya adalah:
(1) KJRI menyatakan jenazah akan diterbangkan Jumat, 17 Agustus 2018 late night.
(2) Kemenlu akan mengusahakan maskapai yang terbaik dan tercepat.
(3) Keluarga meminta issued cargo untuk memastikan penjemputan di Bandara Suta dan pemesanan tiket cargo ke Malang. Akan tetapi, sampai saat ini KJRI dan Kemenlu
belum menjawab pertanyaan tersebut dan menjawab "akan diusahakan dengan
penerbangan tercepat".

Harapan kami: mohon segera mendapat kepastian jadwal pemulangan jenazah
almarhumah "Shinta Putri Dina Pertiwi"
Untuk melengkapi kronologi komunikasi kami dengan pihak-pihak terkait (KJRI dan
Kemenlu), maka kami lampirkan data komunikasi melalui whatsapp yang dilakukan dari tanggal 10 s.d. 20 Agustus 2018.

KAMI INGIN JENAZAH SHINTA CEPAT PULANG

Malang, 20 Agustus 2018
Atas Nama Keluarga yang Berduka
Ibu Dr. Umi Salamah, M.Pd
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed