DetikNews
Kamis 16 Agustus 2018, 18:15 WIB

Sidak Pedagang Sapi, Tim Veteriner Temukan Hewan Tak Layak Kurban

Adhar Muttaqin - detikNews
Sidak Pedagang Sapi, Tim Veteriner Temukan Hewan Tak Layak Kurban Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Tim Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek melakukan inspeksi mendadak di sejumlah tempat penjualan hewan kurban. Hasilnya sejumlah hewan kurban dinyatakan belum memenuhi syarat.

Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dwi Astarini, mengatakan dalam sidak kali ini pihaknya memfokuskan pemeriksaan antemortem atau pemeriksaan penyakit yang terlihat dari fisik hewan kurban berupa sapi, kerbau maupun kambing. Selain itu, pihaknya juga memeriksa persyaratan dasar hewan yang boleh digunakan untuk berkurban.

"Yang pertama kami memeriksa gigi sapi maupun kambing, apakah sudah tanggal atau belum, karena salah satu syarat hewan kurban adalah usia hewan dewasa dengan ciri sudah tanggal giginya," kata Dwi kepada wartawan, Kamis (16/8/2018).


Para pemeriksaan gigi tersebut pihaknya menemukan sejumlah sapi dan kambing yang masih belum dewasa, sehingga belum layak untuk digunakan untuk berkurban.

"Seperti pada buah zakar maupun kecacatan fisik lainnya. Kalau secara umum rata-rata sudah layak. Sedangkan yang belum layak tadi, saat kami tanya memang ada yang sengaja dijual bukan untuk hewan qurban," jelasnya.

Dwi menjelaskan, dari sisi pemeriksaan kesehatan hewan di salah satu lokasi penjualan sapi dan kambing, pihaknya menemukan beberapa sapi yang kondisinya sakit, seperti mencret, luka, maupun beberapa penyakit lainnya.

"Kebetulan yang kami temukan sakit tadi sudah dikarantina oleh pemiliknya dan memang tidak akan dijual untuk kurban," ujar Dwi.

Sementara itu untuk mengantisipasi penyebaran berbagai macam penyakit, tim veteriner juga akan melakukan pemantauan langsung di seluruh kecamatan pada saat proses penyembelihan hewan kurban.

Tim khusus kesehatan hewan akan disebar di beberapa titik di mana hewan kurban dijual dalam jumlah banyak. Pihaknya juga memberikan penyuluhan kepada para takmir masjid dan musala yang dipakai lokasi penyembelihan hewan kurban.

"Nanti kepala dinas dan kabid juga akan keliling di beberapa titik bersama para dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan. Ini kami lakukan agar masyarakat terhindar dari ancaman beberapa penyakit zoonosis atau yang bisa menular kepada manusia," jelasnya.


Pihaknya juga mengimbau kepada para panitia penyembelihan hewan kurban untuk waspada dan segera melapor kepada petugas apabila ditemukan organ dalam hewan yang mencurigakan.

Sementara itu, salah seorang pedagang hewan kurban, Sarlan, mengatakan harga sapi pda musim kurban tahun ini masih relatif stabil dibanding hari biasa. Sapi ukuran sedang hingga besar dijual rata-rata mulai dari Rp 23-29 juta.

"Ini masih cukup stabil, untuk sapi yang sedang itu Rp 23 juta, beratnya sekitar 1 ton lebih sedikit, sedangkan yang Rp 29 juta beratnya bisa sampai 2 ton lebih," ungkapnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed