Pidato Kebangsaan, Ini Pesan Ketum Muhammadiyah di Pilpres 2019

Muhammad Aminudin - detikNews
Minggu, 12 Agu 2018 17:11 WIB
Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Muhammadiyah memberi ruang sebebas mungkin kepada warganya menentukan pilihan di Pilpres dan Pileg 2019 mendatang. Namun, sejumlah catatan diberikan oleh pimpinan pusat. Apa saja itu ?

"Tetap cerdas, kritis dan memilih mereka yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, di atas kepentingan golongan bahkan kroninya baik terbuka maupun terselubung," ungkap Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir kepada wartawan usai pidato kebangsaan di DOME Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Minggu (12/8/2018).

Dia menegaskan, penting menentukan pilihan di Pilpres dan Pileg 2019, kepada yang berkhidmat sepenuhnya untuk kepentingan bangsa dan negara. Bukan memberikan pilihan kepada mereka yang justru terlalu banyak mengambil, bukan justru memberi untuk bangsa dan negara ini.

"Betul-betul berkhidmat bagi bangsa dan negara, memberi bukan mengambil untuk menentukan pilihannya di pilpres dan pileg nanti," tegas Haedar.


Untuk yang terakhir, Haedar mengharapkan pilihan diberikan kepada mereka yang tak menghalang-halangi dakwah organisasi yang dipimpinnya saat ini. "Tentunya yang terakhir ini juga sangat penting, tidak menghalang-halangi usaha dan dakwah Muhammadiyah," sambungnya.

Dalam pidato kebangsaan berjudul 'Meneguhkan nilai-nilai kebangsaan yang berkemajuan menyongsong Indonesia Emas' Haedar membeberkan, khusus dalam memasuki politik 2019, Muhammadiyah berharap semua pihak dapat memelihara keadaban, kebersamaan, kedamaian, toleransi, kebajikan, dan keutamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kontestasi politik tidak perlu menjadi penyebab dan membawa situasi keretakkan, konflik, dan permusuhan antar kelompok bangsa. Semua dituntut komitmen menjaga politik dari berbagai penyimpangan dan transaksi yang menyebabkan kerugian besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara," tuturnya.

Dia berharap, kontestasi politik tidak semata-mata ingin sukses dalam merebut kekuasaan. Tetapi tak kalah lebih penting adalah bersungguh-sungguh dalam mewujudkan idealisme, nilai dasar, dan cita-cita nasional yang luhur sebagaimana telah diletakkan oleh para pendiri bangsa.

"Inilah yang penting menjadi komitmen dan visi kenegaraaan para pemimpin, elite, dan segenap komponen bangsa saat ini dan ke depan," urainya. (fat/fat)