Ini Alasan Menarik Berwisata di Pantai Solong Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 11 Agu 2018 11:11 WIB
2.250 Ekor tukik dilepasliarkan/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Berwisata sambil melestarikan binatang langka bisa dilakukan di Banyuwangi. Salah satunya melepasliarkan hewan seperti penyu di Pantai Solong, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Tak hanya merilisnya, di Pantai Soling juga diperkenalkan ilmu tentang penyu dan habitatnya.

Upaya yang dilakukan Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) yang menggandeng BKSDA Jawa Timur, ini bentuk upaya pelestarian penyu sebagai salah satu binatang yang dilindungi.

Yayasan penggiat pelestarian penyu di Banyuwangi itu melepasliarkan 2.250 ekor tukik (Bayi penyu) di pantai yang berada di Selat Bali.

"Ada 50 sarang yang dilepasliarkan. Total tukik yang dilepaskan sebanyak 2.250 ekor," ujar Vivi Primayanti, Kepala RKW 14 BKSDA Banyuwangi kepada wartawan, Sabtu (11/8/2018).

Vivi mengaku upaya ini sebagai bentuk mengajak wisatawan lebih peduli dengan lingkungan dan satwa langka. "Ini juga sebagai sosialisasi satwa langka yang dilindungi oleh negara. Saya kira efektif dilakukan ketika mereka senang berwisata di Banyuwangi," tambahnya.


Sementara Pendiri BSTF Wiyanto Haditanojo mengatakan, kegiatan ini akan menjadi bagian sosialisasi dan upaya pelestarian penyu di Banyuwangi. Pihaknya memberikan informasi jika di Banyuwangi terdapat 4 jenis penyu dari 6 jenis penyu yang ada di Indonesia.

Selain itu, juga diberikan pengetahuan habitat dan berbagai upaya pelestarian yang dilakukan nelayan dan relawan penyu yang ada di Banyuwangi.

"Kita memberikan ilmu dan pengetahuan tentang penyu. Tidak melulu wisata dan berenang-senang. Ini akan memberikan kesan yang baik dan juga kesan mendalam jika hewan yang dilindungi ini juga membutuhkan kita," pungkasnya.

Melalui sarana seperti ini, BSTF berharap setidaknya muncul rasa ikut memiliki dan peduli terhadap lingkungan di semua kalangan. Semua itu demi mendukung kelangsungan hidup hewan langka tersebut di masa datang.

Kegiatan ini juga dihadiri Alumni SMP-SMA YPPI Donokerto 1979-1982. Ratusan alumni sekolah tersebut tampak antusias melepas tukik kembali ke habitat aslinya.


Mulyono, salah satunya, mengaku banyak tahu seputar penyu setelah mengikuti kegiatan ini. "Banyak pengetahuan baru soal penyu dari sini, katanya.

Dengan berbincang dengan relawan BSTF, Mulyono mengaku lebih mengenal seputar penyu. Mulai habitat, jenis, penetasan, hingga konservasi yang dilakukan untuk menyelamatkan penyu dari kepunahan banyak diperolehnya di Pantai Solong.

Pengalaman inilah yang membuat kegiatan ini menjadi lebih gayeng dan hidup. Tidak sedikit dari peserta yang penasaran dengan anak penyu tersebut. Bahkan, di antara mereka tampak ada yang sedikit geli saat memegang langsung tukik yang disiapkan dalam bak plastik berisi air.

"Rasanya geli juga pegang tukik. Gerakannya lincah," ujar salah satu peserta, Fahri. (fat/fat)