DetikNews
Selasa 07 Agustus 2018, 16:58 WIB

Aneh, Warga Mengira Semburan Air Ini Bisa Mengobati Penyakit

Sugeng Harianto - detikNews
Aneh, Warga Mengira Semburan Air Ini Bisa Mengobati Penyakit warga membeli sebotol air semburan seharga Rp 10.000/Foto: Sugeng Harianto
Ngawi - Kabar jika air semburan air lumpur di Ngawi bisa mengobati penyakit mencuat ke para warga. Mereka rela mengeluarkan uang demi sebotol air yang tidak jelas khasiatnya itu.

Dari pengamatan detikcom di lokasi, Selasa (7/8/2018), sebagian warga yang di lokasi semburan air terlihat membawa botol kosong untuk diisi air. Bahkan, ada warga yang rela mengeluarkan uang untuk membayar sebotol air, karena dia tidak mau mengambil sendiri.

Meski belum diketahui pasti apakah air tersebut layak diminum atau tidak, namun mereka meyakini jika air tersebut bisa untuk menyembuhkan penyakit kulit dan sakit gigi.


"Ini bawa dua botol mas, saya buat berkumur sakit gigi dan buat basuh muka dan tangan untuk obat gatal. Saya pendatang kerja di proyek tol," kata Rony, warga asal Demak saat berbincang dengan detikcom di lokasi.

Roni mengatakan dirinya tidak mengambil langsung sendiri, melainkan meminta tolong warga. Dirinya memberikan imbalan per botol Rp 10 ribu kepada warga yang mengambilkannya.

"Saya minta tolong warga mas, biar buat jajan Rp 20 ribu dua botol. Nanti kalau pulang ke Demak mau bawa lagi," celotehnya sambil beristirahat di bawah proyek overpass tol Ngawi-Mantingan yang dekat lokasi semburan.

Hal senada juga di lakukan oleh Pomo (50) warga Dusun Jambelor, Kelurahan Ngale, Kecamatan Paron. Dia membawa satu botol minuman mineral kosong untuk di isi dengan air semburan itu.


"Kakak saya sakit strok ini nanti direbus dan buat minum sama buat dioleskan di kaki biar cepet sembuh," paparnya.

Pantauan detikcom warga menbawa botol kosong dari rumah dan mengisinya dengan mengambil air yang mengalir di saluran irigasi. Di lokasi semburan tidak tampak tulisan larangan bagi warga yang mengambil air.

Bagaimana tindakan Pemkab Ngawi untuk mengantisipasi agar warga tidak terpengaruh dengan isu yang belum tentu kebenarannya itu?
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed