KPPU Sidak Harga Daging Ayam di Pasar Surabaya, Ini Solusinya

KPPU Sidak Harga Daging Ayam di Pasar Surabaya, Ini Solusinya

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Kamis, 26 Jul 2018 13:24 WIB
KPPU Sidak Harga Daging Ayam di Pasar Surabaya, Ini Solusinya
KPPU Surabaya Sidak Harga Ayam di Pasar/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Menilik harga ayam naik di pasaran, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Surabaya melakukan survei di Pasar Wonokromo. Mereka mendapati harga ayam mencapai Rp 40ribu/kg.

Ketua KPPU Surabaya Dendy Rakhmad mengatakan harga ini cukup tinggi dibandingkan dengan harga ayam di retail modern.

"Hasilnya memang di sini harganya lebih tinggi, tadi sekitar Rp 38ribu/kg - Rp 40 ribu/kg. Penyebabnya bisa naiknya dolar, pembatasan antibiotik, termasuk aktivitas perdagangan luar pulau. Tapi yang jelas bahwa potensi atau pasar ketersediaan cukup," ungkap Dendy usai sidak di Pasar Wonokromo Surabaya, Kamis (26/7/2018).

Menurut Dendy, pasar tradisional ini ada sedikit problem pada penawaran dan permintaan pasar atau supply and demand. Pada retail modern harganya relatif stabil karena mereka telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Sehingga ada kontraflow yang jelas antara supplier dan pedagang.

"Karena pasar tradisional sendiri ada sedikit problem untuk manajemen supply and demand, kita bandingkan dengan retail modern mereka lebih relatif stabil. Kenapa? Karena ada kontraflow yang jelas antara supplier dan pedagangnya," ungkap Dendy.


Sementara, Dendy mencontohkan harga telur di pasar modern dan pasar tradisional juga berbeda. Ini lantaran pasar tradisional memiliki cara untuk mengendalikan harga. Untuk itu, Dendy berharap para pedagang bisa mencontoh demikian.

"Harga telur di pasar tembus 30 ribu, di pasar modern hanya berkisar 25 ribu. Karena mereka punya cara untuk mengendalikan harganya, nah ini yang kita harapkan tradisional demikian," tambah Dendy.

Selain harga dolar yang naik, Dendy menjelaskan ada pula pengaruh lain mengapa para pedagang di pasar turut menaikkan harga. Misalnya mereka mengikuti harga dari peternak yang naik.

"Ada beberapa pengaruh yang membuat harga ini naik, seperti ngambilnya naik, maka jualnya juga. Maka kita harus lihat dari hulu hingga hilir apakah ini pengaruh atau gimana," tambahnya.

Dalam hal ini, Dendy berharap Pemkot Surabaya dan provinsi bisa mengatur supply and demand di pasaran. Hal ini juga merupakan upaya untuk menjaga harga yang di pasar agar tidak tergantung dengan harga yang dipasok agen atau pelaku usaha.

"Kita berharap ke depan pemkot maupun pemprov dapat membuat projek supply and demandnya berubah. Pasar tradisional harus tetap dijaga mindset dan cara kerjanya juga harus berubah supaya tak tergantung dengan ulah segelintir pelaku usaha," harapnya.



Tonton juga 'Harga Ayam dan Telur Naik, Pedagang dan Pembeli Mengeluh':

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)
Berita Terkait