BMKG Catat Gempa Bumi di Malang Terekam Hingga 38 Kali

Muhammad Aminudin - detikNews
Jumat, 20 Jul 2018 14:27 WIB
Foto: Zainal Abidin
Malang - BMKG mencatat gempa bumi berpusat di selatan Kabupaten Malang terjadi sebanyak 38 kali. Terhitung sejak dimulainya gempa pertama 5,5 SR Kamis (19/7) malam hingga pagi tadi.

"Sampai pukul 8 pagi tadi, gempa susulan terekam sampai 38 kali, dari gempa pertama terjadi pukul 19:23:36 WIB dengan kekuatan 5,5 skala richter," ungkap Kepala BMKG Karangkates Musripan, kepada detikcom, Jumat (20/7/2018).

Musripan mengaku, pihaknya terus menerima pertanyaan dari masyarakat terkait potensi gempa susulan. Seberapa besar kekuatan dari gempa yang terjadi.

"Rata-rata mereka menanyakan apakah akan ada gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sebelumnya perlu kami informasikan bahwa hingga pukul 08.00 WIB sudah terjadi 38 kali gempa susulan di selatan Malang," terangnya.

"Perlu kami jelaskan bahwa aktivitas gempa semacam ini tergolong masih wajar dan normal. Dalam ilmu gempa atau seismologi, aktivitas gempa seperti yang terjadi di selatan Malang ini disebut sebagai Gempa Tipe I," sambungnya.


Menurut dia, gempa selatan Malang menjadi menarik karena mengingatkan dan menjadi penanda aktifnya zona megathrust di selatan wilayah Kabupaten Malang.

"Menyikapi ini tentu langkah paling tepat adalah mengedepankan sikap waspada dengan meningkatkan kapasitas diri, memperkuat mitigasi, tanpa rasa takut dan khawatir berlebihan," tuturnya.

Namun demikian, berdasarkan tren data gempa susulannya tampak ada kecenderungan kekuatannya semakin melemah, dan frekuensi kejadiannya semakin jarang.

"Dari 38 aktivitas gempa susulan, kekuatan gempa terkecil sebesar 3,2 magnitude (M=3,2), dan yang terbesar adalah 4,9 magnitude (M=4,8). Berdasarkan data ini tampaknya sangat kecil peluang akan terjadi gempa dengan kekuatan yang lebih besar dari gempa utamanya," beber Musripan.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat tak perlu cemas, takut dan kawatir. BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa dan hasilnya segera di informasikan kepada masyarakat.


"Perlu dipahami bahwa semua gempa yg terjadi dengan kekuatan signifikan akan diikuti oleh aktivitas susulan, sehingga banyaknya gempa susulan di selatan Malang ini masih dinilai wajar," paparnya.

"Apalagi jika gempa yang terjadi di zona batuan 'rapuh' (brittle), maka gempa susulan yang terjadi akan lebih banyak. Masyarakat harus memahami bahwa gempa susulan itu 'baik', karena menjadi sarana batuan dalam melepas semua energi yang tersimpan sehingga batuan akan menjadi stabil dan normal kembali," tandas Musripan.

Gempa bumi mengguncang wilayah Malang dan sekitarnya dengan kekuatan 5,5 Skala richter, Kamis (19/7/2018) pukul 19:23:36. Pusat gempa terletak pada koordinat 9,8 LS dan 112,72 BT, atau tepatnya berlokasi di laut berjarak 184 km arah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, pada kedalaman 46 km.

Gempa tektonik diakibatkan gesekan lempeng tektonik indo australia dan eurasia dimana lempeng tektonik indo australia menyusup ke bawah lempeng eurasia atau di sebut zona subdusksi. Dampak gempa hanya dirasakan dengan kekuatan III MMI di wilayah Malang dan sekitarnya. (fat/fat)