DetikNews
Kamis 19 Juli 2018, 18:56 WIB

Terkait Kasus Saif, Dindik Provinsi Jatim akan Panggil Kepsek SDLB

Ardian Fanani - detikNews
Terkait Kasus Saif, Dindik Provinsi Jatim akan Panggil Kepsek SDLB Foto: Ardian Fanani/File
Surabaya - Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Banyuwangi, Istu Handono, angkat bicara terkait dengan polemik yang dialami Mohammad Saifani Aszad (14). Bocah berkebutuhan khusus ini tak bisa melanjutkan sekolah lantaran terganjal surat mutasi.

Saif, panggilan akrabnya, memutuskan ingin pindah dari Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) C Banyuwangi, namun hingga saat ini ia tak bisa bersekolah di tempat lain karena sekolahnya yang terdahulu tidak memberikan surat mutasi.


Menurut Istu, Kepala Sekolah SDLB C Banyuwangi perlu diberikan teguran terkait persoalan ini.

"Lah kok jadi gini ya? Perlu dijewer itu kepala sekolah," ujarnya saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (19/7/2018).


Istu juga mengaku terkejut sebab ada siswa yang sudah tidak bersekolah selama lebih dari 2 tahun hanya karena terganjal surat mutasi.

"Seharusnya mudah. Tinggal meminta dari sekolah dan sekolah yang akan dituju menyetujui itu sudah bisa. Tapi kok berbelit begini?" tambahnya.


Sebagai tindak lanjutnya, Istu mengaku akan memanggil kedua sekolah yang ada di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Banyuwangi tersebut. Ia juga akan membantu mencarikan solusi terbaik untuk Saif agar bisa sekolah lagi.

"Kita akan panggil (kepala sekolah SDLB C dan A, red). Ini tidak benar," pungkasnya.


Diberitakan sebelumnya, sudah dua tahun ini seorang pengidap cerebral palsy bernama Saif tak bisa melanjutkan sekolah karena terganjal surat mutasi dari Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) C Banyuwangi. Lembaga tersebut juga tidak memberikan alasan jelas terkait dengan tidak dikeluarkannya surat mutasi itu.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed