DetikNews
Senin 16 Juli 2018, 19:01 WIB

Insiden di Asrama Mahasiswa Papua Dibawa ke Polda Jatim

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Insiden di Asrama Mahasiswa Papua Dibawa ke Polda Jatim Foto: Deni Prastyo Utomo
Surabaya - Insiden di asrama mahasiswa Papua pada 6 Juli 2018 lalu berbuntut panjang. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya yang mendampingi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) akan melakukan tuntutan terkait dugaan pelanggaran yang diduga dilakukan aparat.

"Pembubaran diskusi yang dilakukan aparat Polri dan Satpol PP di asrama mahasiswa Papua Jalan Kalasan diduga ada tugas-tugas polisi yang menyalahi aturan. Salah satunya tindakan kekerasan yang menimpa pengacara LBH Surabaya M Sholeh dan mahasiswi bernama Anindhita yang dilelecehkan polisi," ujar Direktur LBH Surabaya Abdullah Wahid Habibullah kepada wartawan di Jalan Kidal, Senin (16/7/2018).

Dengan kejadian tersebut, Abdullah akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan penanggung jawab komando kepolisian di Kota Surabaya.


"Dalam hal ini kami akan melaporkan Kapolsek Tambaksari dan Kapolrestebes Surabaya. Maka kami akan laporkan ke propam Polda Jatim dan kami tembuskan ke Propam Mabes Polri yang diduga ada pelanggaran kode etik. Salah satunya adalah tentang SOP yang tidak sesuai dengan prosedur dengan mengerahkan massa berlebihan," ungkap Abdullah.

Berdasarkan data LBH Surabaya, ada petugas kepolisian yang membawa senjata laras panjang. Selain itu, menurut Abdullah seharusnya yang melakukan operasi yustisi adalah Satpol PP dengan tidak melibatkan kepolisian.

"Sehingga terjadi beberapa tindakan kekerasan seperti penyeretan dan juga ada pelecehan terhadap saudara Anindita yang dipegang di bagian terlarang," ungkap Abdullah.


LBH Surabaya meminta Polda Jatim agar menindak tegas kepada oknum polisi yang melakukan pelanggaran.

"Kami berharap agar Kapolsek Tambaksari dan Kapolrestabes bertanggung jawab. Ke depan tidak ada lagi kejadian seperti itu dan juga pengamanannya terlalu represif seperti itu," tandasnya.

Selain itu, LBH Surabaya meminta kepada semua pihak agar tidak membuat isu terkait diskusi mahasiswa Papua di asrama Jalan Kalasan sebagai bentuk memecah belah NKRI.

"Saya berharap ke depan tidak ada lagi isu tentang memecah bela NKRI lagi. Sebab ini semua tidak ada kaitanya semua," tandas Abdullah.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed