DetikNews
Senin 16 Juli 2018, 17:50 WIB

Pria Bertato Naga Sempat Bertemu Bandar Dobel L Sebelum Tewas

Enggran Eko Budianto - detikNews
Pria Bertato Naga Sempat Bertemu Bandar Dobel L Sebelum Tewas Foto: Enggran Eko Budianto/File
Mojokerto - Sebelum tewas, Dakin (35), pria bertato naga itu sempat bertemu dengan bandar pil dobel L. Kini, polisi telah meringkus bandar tersebut. Namun keterlibatan si bandar terkait tewasnya Dakin masih diselidiki.

Hal itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery. Menurutnya, dua hari sebelum mayatnya ditemukan, Sabtu (30/6) pagi, Dakin berada di rumah Wawan, bandar pil dobel L asal Desa Bening, Gondang.

"Korban dengan tersangka narkoba (Wawan) ada di satu lokasi. Selang dua hari kemudian ditemukan mayat korban," kata Fery saat dihubungi detikcom, Senin (16/7/2018).

Kini pihaknya memburu Wawan. Bandar narkoba ini diringkus di tempat persembunyiannya di Desa Sampangagung, Kutorejo selang 7 hari setelah mayat Dakin ditemukan, yakni Senin (9/7) malam.


"Di lokasi itu ditemukan narkoba jenis dobel L. Jumlahnya 800 butir lebih," ungkapnya.

Kendati begitu, kata Fery, pihaknya belum menemukan bukti keterlibatan Wawan dalam kasus pembunuhan Dakin. Bandar pil dobel L itu diserahkan ke Sat Narkoba Polres Mojokerto.

"Belum ada (kaitan Wawan dengan tewasnya Dakin), tapi masih kami kembangkan," ujarnya.

Disinggung kemungkinan adanya keterlibatan Dakin dalam jaringan pengedar narkoba, Fery belum bisa memberi kepastian. "Kalau indikasi bisa saja, cuman kami belum bisa memastikan," terangnya.


Penyerahan Wawan dibenarkan Kasat Narkoba Polres Mojokerto AKP Sahari. "Yang menangkap serse (Sat Reskrim). Kebetulan digeledah di rumahnya ada barang bukti narkoba," tandasnya.

Mayat Dakin ditemukan pemancing ikan di kubangan bekas galian C Desa Wonoploso, Senin (2/7) sekitar pukul 16.30 WIB. Pria bertato naga di dada asal Dusun Bacem, Desa Bening, Gondang ini mengapung di tengah kubangan tanpa busana.

Saat ditemukan, kedua kaki korban terikat dengan tanaman rambat. Terdapat batu yang diduga digunakan sebagai pemberat untuk menenggelamkan tubuh korban di kubangan.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed