Warga Kampung Ini Akan Basmi Sanca, Serbu Sarangnya di Gua

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 16 Jul 2018 16:55 WIB
Gua yang diduga menjadi sarang ular sanca (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Keberadaan ular sanca kembang yang masih berkeliaran di sebuah kampung di Mojokerto, membuat resah warganya. Mereka pun memutuskan untuk melakukan perburuan terhadap reptil berbahaya tersebut.

Kepala Dusun Unengan, Desa Sekargadung, Pungging, Mojokerto Sudarsono mengatakan, selama 6 bulan terakhir kampungnya diteror ular sanca kembang. Reptil berukuran besar itu kerap memangsa ternak warganya. Mulai dari ayam, bebek, hingga kambing.

Memang selama ini dia mengakui belum ada kasus serangan ular terhadap manusia di Dusun Unengan. Hanya saja dia khawatir dengan keselamatan anak-anak. Bukan tak mungkin ular yang masih berkeliaran akan menyerang anak-anak.

"Para ibu-ibu di kampung kami juga takut beraktivitas di sungai, kebun dan ladang. Karena ular sanca di sini kebanyakan ditemukan di sungai," kata Sudarsono kepada wartawan, Senin (16/7/2018).

Selama 6 bulan terakhir, ungkap Sudarsono, warga telah menangkap 8 ekor ular sanca kembang. Kebanyakan ular tersebut ditangkap di saluran irigasi pada malam hari. Ukurannya pun bervariasi. Panjang ular mulai 3-5 meter.


Kendati begitu, warga meyakini masih ada ular sanca lainnya yang berkeliaran di kampung mereka. Bahkan ukurannya lebih besar jika dibandingkan dengan ular yang sudah ditangkap.

Ular-ular itu diyakini warga bersarang di Gua Unengan. Gua alami ini jaraknya sekitar 100 meter dari permukiman penduduk dan juga makam keramat Nyai Pandansari.

"Kebanyakan munculnya ular malam hari. Banyak warga yang melihat ular di saluran irigasi Unengan, tapi tak berani menangkap karena ukurannya besar," ungkapnya.

Kini warga sepakat memburu ular sanca itu beramai-ramai. Pihaknya lebih dulu menyiapkan kandang dengan ukuran lebih besar. Rencananya kandang tersebut sebagai tempat ular hasil tangkapan.

"Warga sedang buat kandang dari besi ukuran 2 kali 2 meter. Karena rencananya mau kami tangkap hidup-hidup," terangnya.


Sudarsono menuturkan, warga akan melakukan perburuan pada malam hari. Pasalnya, ular sanca biasanya keluar malam untuk berburu makanan.

Sejumlah ayam yang sudah disembelih akan dipasang di titik-titik yang kerap didatangi ular. Salah satunya saluruan irigasi Dusun Unengan.

"Karena bau darah ayam akan membuat ular datang," cetusnya.

Seperti penangkapan ular sebelumnya, tambah Sudarsono, warga akan mendatangkan pawang ular dalam perburuan ini. "Pawang ular paling piawai untuk menangkap kepala ular, warga lainnya membantu memegangi tubuh ular," tandasnya. (iwd/iwd)