DetikNews
Kamis 12 Juli 2018, 17:04 WIB

KPK Periksa Eks Wabup Malang Soal Dugaan Korupsi Bupati Mojokerto

Muhammad Aminudin - detikNews
KPK Periksa Eks Wabup Malang Soal Dugaan Korupsi Bupati Mojokerto Eks Wakil Bupati Malang Ahmad Subhan ditemui detikcom di kantornya/Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Eks Wabup Malang, Ahmad Subhan kembali menjalani pemeriksaan KPK. Dia dipanggil dalam kasus dugaan korupsi menyeret Bupati Mojokerto Mustafa Kamal Pasha.

"Ada pemanggilan untuk permintaan keterangan oleh KPK. Saya datang Senin kemarin," ungkap Subhan ditemui detikcom di kantornya kawasan Dilem, Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (12/7/2018).

Subhan pernah menjabat wakil bupati Malang periode 2010-2015 mengaku, permintaan oleh penyidik terkait perizinan tower di Mojokerto. Dan pemanggilan ini, kata dia, bukan yang pertama kalinya.

"Terkait perizinan tower di Mojokerto, saya empat kali dipanggil untuk dimintai keterangan, awal 2017 sekali, 2018 tiga kali, dua kali di Jakarta. Kemarin (Senin) juga di Jakarta, dan sekali rumah saya digeledah," beber Subhan.


Dikatakan, pemanggilan dirinya adalah sebagai saksi dalam kasus yang tengah ditangani KPK. Yakni dengan salah satu tersangka Bupati Mojokerto Mustafa Kamal Pasha.

"Seperti pemeriksaan dulu, pertanyaan hanya seputar perizinan tower. Saya menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi, tidak menutup-nutupi," terang Subhan.

Subhan mengaku, belum dapat membeberkan detil persoalan yang tengah ditangani penyidik anti rasuah itu. Karena permintaan keterangan masih berjalan hingga saat ini.

"Sebagai warga negara taat hukum, jika diperlukan keterangannya, saya akan menghadirkan pemanggilan penyidik," tandasnya.


Juru bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, jika pemanggilan Subhan, karena statusnya sebagai saksi dalam perkara sedang ditangani penyidik. "Yang bersangkutan masih saksi. Rencana hari ini atau besok penjadwalan ulang untuk pemeriksaan," ujar Febri menjawab pertanyaan detikcom via Whatapps.

Kamis (26/4/2018), kediaman Subhan di Jalan Semeru RT 06/ RW 04, Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, digeledah lembaga antirasuah. Esok harinya, Subhan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta.

Seperti diketahui, Bupati Mojokerto Mustafa Kamal Pasha ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan suap senilai Rp 2,7 miliar dari pembangunan tower di Mojokerto.

Selain Mustafa, penyidik juga menetapkan tersangka dari perusahaan tengah melakukan pengurusan izin tower, yaitu OKV Permit and Regulatory Division Head PT Tower Bersama Infrastructur dan OW Direktur Operasional PT Profesional Telekomunikasi Indonesia.


Kamis (26/4/2018), kediaman Subhan di Jalan Semeru RT 06/ RW 04, Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, digeledah lembaga antirasuah. Esok harinya, Subhan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta.
Seperti diketahui, Bupati Mojokerto Mustafa Kamal Pasha ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan suap senilai Rp 2,7 miliar dari pembangunan tower di Mojokerto.
Selain Mustafa, penyidik juga menetapkan tersangka dari perusahaan tengah melakukan pengurusan izin tower, yaitu OKV Permit and Regulatory Division Head PT Tower Bersama Infrastructur dan OW Direktur Operasional PT Profesional Telekomunikasi Indonesia.

Pernyataan berbeda sempat disampaikan Ketua KPK Agus Rahardjo yang mengingat jika status Subhan adalah tersangka dalam kasus tersebut.

"Rasanya, sudah tersangka. Bekas wakil Bupati Malang," ungkap Ketua KPK Agus Rahardjo kepada wartawan di Universitas Brawijaya, Malang, Jumat (4/5/2018).

Ahmad Subhan, kata Agus, memiliki peran sebagai perantara, ketika Mustafa Kamal Pasa juga sudah ditetapkan sebagai tersangka menerima aliran uang (suap).

Dia (Subhan), berperan sebagai perantara, waktu uang itu sampai kepada bupati (Mustafa Kamal Pasa)," tegas Agus menjawab pertanyaan wartawan.

(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed