Membahayakan Warga, Buaya Peliharaan Ini Harus Dievakuasi BKSDA

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Selasa, 10 Jul 2018 22:23 WIB
Pon-pon dievakuasi petugas BKSDA (Foto: istimewa)
Gresik - Seekor buaya di Kelurahan Lumpur, Gresik dievakuasi petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur. Buaya dengan berat 100 kg dan panjang 2,5 meter itu harus diamankan karena berpotensi membahayakan warga.

Buaya yang dievakuasi bukan buaya liar, namun buaya yang selama 5 tahun telah dipelihara oleh Andiyas. Pria 55 tahun itu menempatkan buaya peliharaannya di belakang rumahnya yang mirip kubangan.

"Buaya ini sejak kecil telah saya pelihara, namanya pon-pon. Sekarang sudah tumbuh dewasa. Dulu nemunya di tambak dekat sini. Setiap empat hari sekali selalu saya kasih satu ekor ayam," kata Adiyas kepada wartawan, Selasa (10/7/2018).

Karena kerap kali lepas dan tak terpantau olehnya, akhirnya Adiyas yang merupakan petani ini dengan rela memberikannya kepada pihak BKSDA untuk dirawat. Selain itu, Adiyas khawatir jika buaya peliharaannya membahayakan keselamatan orang lain.

Pada saat hendak dipindah dari kandangnya, buaya muara tersebut memang sempat melawan dan terus bergerak ketika hendak ditangkap. Buaya yang sudah sejak kecil dirawat oleh Andiyas itu akhirnya berhasil diamankan setelah Andiyas mengelus kepalanya untuk menenangkan Pon-pon.


Foto: istimewa

Dengan perlahan, Adiyasa dibantu oleh berapa rekannya menutupkan kaos berwarna hitam dikepala Pon-Pon. Sekitar 30 menit buaya muara tersebut berhasil diikat dan dievakuasi dengan mengunkan mobil khusus.

Buaya tersebut dibawa oleb petugas BKSDA ke penangkaran buaya di Kota Batu oleh petugas BKSDA Jawa Timur untuk dirawat sebagaimana mestinya.

Kepala seksi Konservasi wilayah 3 surabaya Dodit Aribintoro mengatakan pihaknya telah menerima permintaan dari sang pemilik untuk memberikan seekor buaya yang sudah 5 tahun ia rawat.

"Hari ini tanggal 10 Juli, kami menerima penyerahan satu ekor buaya dengan berat 100 kilogram, dengan panjang kurang lebih 2,5 meter dari Bapak Andiyas. Sesuai permintaan, buaya ini kami titipkan ke penangkaran buaya di Kota Batu," ungkap Dodit. (iwd/iwd)