DetikNews
Selasa 10 Juli 2018, 15:22 WIB

LAPAN Blusukan ke Banyuwangi, Ada Apa?

Ardian Fanani - detikNews
LAPAN Blusukan ke Banyuwangi, Ada Apa? Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) blusukan ke Banyuwangi. Dengan menggunakan Drone, LAPAN memetakan wilayah Banyuwangi. Ada apa?

Beberapa hari ini, LAPAN mengunjungi dua desa, yakni Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh dan Desa Jajag, Kecamatan Gambiran. Di dua desa ini, mereka memetakan beberapa lokasi dengan pesawat drone mini.

"Tujuan datang ke Banyuwangi kita melakukan pemetaan di dua tempat. Jajag dan Alasmalang," ujar Atik Bintoro, Ketua Tim Pemantau LAPAN kepada wartawan, Selasa (10/7/2018).

Untuk di Desa Alasmalang, tim LAPAN memetakan kawasan fungsional untuk pengambilan sampel dan melihat lokasi terdampak banjir bandang lalu.


Atik mengatakan, pemetaan tersebut berupa pengambilan gambar secara 3 dimensi (3D) dari udara di sepanjang jalur sungai yang dilewati banjir bandang.

"Gambar ini nantinya akan menjadi laporan kami kepada atasan. Dengan cara ini kami bisa memetakan perkiraan berapa kubik material berupa lumpur, tumpukan pasir dan air yang terbawa oleh banjir," beber Atik.

Atik mengaku datang bersama tim ke lokasi terdampak banjir karena ada saran dan masukan dari sejumlah rekannya. Saran tersebut lalu diteruskan kepada pimpinan LAPAN hingga kemudian diamini.

LAPAN petakan lokasi banjir di Banyuwangi/LAPAN petakan lokasi banjir di Banyuwangi/ Foto: Ardian Fanani


Atik menjelaskan, pemetaan menggunakan pesawat drone tersebut bisa sebagai bahan analisis terintegrasi bersama PVMBG barangkali dibutuhkan.


"Jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk analisis integrasi bencana alam, kami siap bekerja sama dengan PVMBG," tandas Atik.

Sementara di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, LAPAN membantu melakukan pemetaan di desa setempat. LAPAN membantu Pemerintah Desa Jajag untuk mengambil foto udara di seluruh wilayahnya.

"Kami menerbangkan sebanyak 8 kali, dengan durasi sekali terbang 30 menit. Hasilnya kurang lebih 3000 foto dapat kami ambil," ungkapnya.

Pihaknya, juga mempersilahkan masyarakat atau instansi yang ingin mengundang LAPAN untuk memetakan wilayahnya. Caranya, undangan harus bersifat resmi dan melalui sejumlah prosedur yang harus dilewati. "Silahkan mengajukan, nanti kami akan datang," ajaknya.

Kepala Desa Jajag, Suparno mengatakan, pemotretan udara dilakukan untuk kepentingan perencanaan pembangunan tata ruang wilayah Desa Jajag. Termasuk juga mengetahui dan memetakan potensi kawasan Jajag.

Diharapkan dengan menggunakan teknologi, kebijakan pembangunan yang diambil nantinya lebih tepat sasaran. "Jadi saat akan membangun kawasan industri misalnya, UMKM, atau parisiwata, kami tidak salah tata letak. Sehingga kami bisa tahu daerah-daerah mana yang perlu pembangunan," katanya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed