DetikNews
Selasa 10 Juli 2018, 09:40 WIB

Yuk ke Mojokerto, Cicipi Kemurnian Cokelat Mojopahit

Enggran Eko Budianto - detikNews
Yuk ke Mojokerto, Cicipi Kemurnian Cokelat Mojopahit Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Sudah banyak daerah yang mengembangkan potensi jajanan khas berupa cokelat. Tak ketinggalan, yang terbaru adalah Mojokerto dengan Cokelat Mojopahitnya.

Aneka olahan cokelat itu bisa dijumpai di Galeri Oleh-oleh Cokelat Mojopahit, Desa Randugenengan, Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Galeri ini terletak di dalam area Wisata Desa (WD).

Ada yang berbeda bila membandingkan produk cokelat di galeri ini dengan tempat lain, sebab aneka olahan cokelatnya dijamin menggunakan bahan baku cokelat asli.

"Cokelatnya asli dengan mutu terbaik, ada yang mengatakan ini seperti cokelat Belgia," kata pemilik industri hulu-hilir Cokelat Mojopahit Mulyono (52) kepada detikcom, Selasa (10/7/2018).


Kendati begitu, lanjut Mulyono, harga produk cokelat di tempatnya masih ramah di kantong. Untuk cokelat batangan siap santap yang sudah diolah dengan susu, produknya dibanderol mulai harga Rp 5 ribu hingga Rp 30 ribu.

"Harganya macam-macam sesuai kemasannya. Rata-rata Rp 15 ribu per batang," ujarnya.

Cita rasa Cokelat Mojopahit buatan Mulyono juga berbeda. Cokelat batangan itu mempunyai tekstur lebih kenyal dan dominan rasa pahit lantaran menggunakan cokelat asli. Selain itu, cokelat yang satu ini tak cepat basi.

"Karena untuk cokelat milk kami gunakan campuran minyak cokelat, bukan minyak nabati. Kalau menggunakan minyak nabati, cokelat akan lebih keras dan cepat basi," terangnya.


Bagi wisatawan yang ingin membuat sendiri aneka kue berbahan cokelat, tak perlu khawatir. Gerai Cokelat Mojopahit juga menyediakan cokelat murni dalam bentuk bubuk.

"Bubuk cokelat murni kami jual hanya Rp 150 ribu per kilogram," terangnya.

Namun untuk penjualan, saat ini Mulyono baru mengandalkan kunjungan wisatawan sebab kapasitas produksinya yang masih terbatas, yaitu 200 kg biji kakao tiap harinya. Dari bahan ini, cokelat murni yang dihasilkan tak lebih dari 160 kg.

Kendati demikian, Mulyono berharap, pemerintah kembali menyalurkan bantuan mesin pengolahan cokelat pasca panen agar kapasitas produksinya meningkat.

"Ke depan harapan kami di setiap kecamatan ada kedai cokelat seperti ini," tandasnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed