DetikNews
Senin 09 Juli 2018, 22:47 WIB

Amankan Wilayah Jelang Asian Games, 65 Bandit Jalanan Diamankan

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Amankan Wilayah Jelang Asian Games, 65 Bandit Jalanan Diamankan Foto: Deni Prastyo Utomo
Surabaya - Polisi mengamankan 65 bandit jalanan dan 487 preman. Mereka diamankan dari 40 kasus yang diungkap. Operasi Cipta kondisi ini digelar menjelang Asian Games.

"Sesuai amanat Kapolri, kami melakukan Operasi Cipta Kondisi untuk menekan angka kriminalitas, yang juga dilakukan menjelang pesta olahraga atau Asian Games. Meski bukan sebagai tempat penyelenggara, tapi ini strategi Polri untuk tetap melakukan operasi. Agar saat pelaksaaan tiba, semuanya aman," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan kepada wartawan di Polrestabes Surabaya, Senin (9/7/2018).

Rudi menambahkan 65 bandit jalanan yang diamankan terlibat kasus 3 C yakni Pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor).


"Para pelaku mengincar perempuan. Mereka juga melancarkan aksinya tidak pada malam hari saja, tetapi juga sore hari di saat ramai aktivitas," kata Rudi.

Tak hanya itu, kasus premanisme juga masih sering dijumpai. Sebanyak 487 pelaku premanisme, yang juga sering dilaporkan sangat meresahkan masyarakat diamankan. Modus yang dilakukan seperti menarik uang parkir tanpa izin atau tanpa karcis, meminta tarif yang melebihi ketentuan, dan memeras korbannya.

"Kegiatan premanisme di Surabaya, kemarin kami temukan di beberapa tempat. Seperti stasiun, terminal bus, dan tempat umum lainnya," ungkap Rudi.


Rudi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada saat di jalanan. Terutama, tidak menggunakan perhiasan yang mencolok atau memperlihatkan barang mewah yang bisa mengundang pelaku kejahatan.

Dia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak segan akan melakukan tindakan tegas pada pelaku, apabila nekat melakukan kejahatan dan membahayakan petugas maupun masyarakat.

"Saya sudah perintahkan kepada jajaran, kalau ditemukan pelaku yang membahayakan petugas maupun masyarakat, segera tindak tegas," tandas Rudi.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed