Menlu Belanda Tawarkan Beasiswa untuk Pendidikan Sumber Daya Air

Eko Sujarwo - detikNews
Rabu, 04 Jul 2018 16:01 WIB
Foto: Eko Sujarwo
Lamongan - Menteri Luar Negeri Kerajaan Belanda H.E Stephanus Abraham Blok berharap kerja sama di bidang sumber daya air antara pemerintah Belanda dan Indonesia terus ditingkatkan. Karena kerjasama di bidang tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan, termasuk kesejahteraan petani.

"Kerjasama tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, karena bagi petani adanya irigasi untuk mengairan sawah sangat penting. Selain itu kerjasama yang berkaitan dengan itu adalah penyediaan air bersih" kata pria yang akrab disapa Stef ini saat berkunjung ke Waduk Prijetan Dusun Jatenan Desa Tengger Rejo Kecamatan Kedungpring, Rabu (4/7/2018) .

Menurut Stef, bentuk kerjasama yang kongkret di bidang sumber daya air ini adalah Pemerintah Belanda telah menyediakan bea siswa bagi Indonesia yang menempuh pendidikan bidang sumber daya air di perguruan tinggi di Belanda.


"Pemerintah Belanda menyiapkan program bea siswa bagi mahasiswa asal Indonesia yang berkuliah terkait bidang sumber daya air di Belanda," ungkap Stef di hadapan Bupati Lamongan, Sekertaris Direktorat Sumber Daya Air Kementrian PUPL, dan undanganya lainnya.

Sekertaris Direktorat Sumber Daya Air Kementrian PUPL M Arsyadi menyebutkan kedatangan Stef ke Indonesia, termasuk di Lamongan merupakan bukti semakin kuatnya hubungan antara Indonesia dengan Kerajaan Belanda.

"Kedatangan Menteri Luar Negeri H.E Stef Blok ke sini sebagai bukti hubungan pemerintah Indonesia dan Belanda kuat. Kami berharap hubungan tersebut semakin ditingkatkan," jelasnya.


Bupati Lamongan Fadeli mengatakan kedatangan Stef sendiri sekaligus untuk menjenguk makam leluhurnya di area Waduk Prijetan. "Waduk Prijetan dibangun pada massa Belanda pada Tahun 1909 dan diresmikan Tahun 1917. Dan salah satu pelaksana pembangunannya adalah Meyr FA Dligoor yang merupakan leluhur Menlu H.E Stef Blok," terang Fadeli.

Menurut Fadeli, Waduk Prijetan mampu mengairi sebanyak 231 hektar area persawahan yang terletak di Kecamatan Kedungpring, Modo dan, Kecamatan Sugio. (iwd/iwd)