Pilgub Jatim 2018

Partisipasi Coblos Ulang di Blitar Turun, Ini Hasilnya

Erliana Riady - detikNews
Minggu, 01 Jul 2018 16:35 WIB
Foto: Erliana Riady
Blitar - Tingkat partisipasi dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 08 Kepanjenlor Kota Blitar, turun. Hal ini juga berpengaruh pada turunnya perolehan suara paslon Pilgub Jatim 2018.

Data yang dihimpun detikcom, jika pada Pilgub Jatim 2018 yang dihelat 27 Juni lalu, dari 353 DPT tingkat kehadiran pemilih sebanyak 282 orang. Hari ini, masyarakat yang datang untuk melakukan coblos ulang hanya sebanyak 221 orang.

Dari 221 pemilih itu, sudah termasuk layanan PSU mobile pada sembilan manula di RT 5 RW 4 Kelurahan Kepanjenlor Kecamatan Kepanjenkidul.

"Dari DPT 353, pendistribusian C6 hanya 280. Yang 73 tidak berhasil menemui orangnya. Dan C6 ini tidak bisa dititipkan, harus dikembalikan ke KPU. Kalau yang 27 Juni lalu, C6 yang kembali hanya 43," kata Ketua KPU Kota Blitar Setyo Budiono di lokasi, Minggu (1/2018).

Menurut Setyo, sebagian besar warga Kota Blitar yang tidak menerima C6, karena mereka sudah tidak berada di Kota Blitar.


"Pilgub pertama itu kan libur nasional. Sehingga warga sudah menyiapkan keberadaan mereka di lokasi di mana mereka tercatat dalam DPT. Yang hari ini karena sifatnya mendadak, banyak warga kota yang tidak ada di tempat. Sudah pada kembali bekerja di beberapa kota lainnya," jelasnya.

Sedangkan hasil perolehan suara setiap paslon pun mengalami perubahan angka yang cukup signifikan. Pada coblosan awal Pilgub Jatim 2018, pasangan Gus Ipul-Puti meraih suara sebanyak 216. Sedangkan pasangan Khofifah-Emil hanya mendapat suara 56.

Hasil coblosan ulang hari ini, Gus Ipul-Puti perolehan suaranya turun menjadi 133. Namun, perolehan suara Khofifah-Emil justru naik menjadi 80.

Saat proses penghitungan surat suara, sempat terjadi ketidaksamaan. Angka yang tertulis di plano tidak sama jumlahnya dengan perolehan surat suara sah pasangan calon.

"Mungkin karena mereka tegang karena ini coblos ulang. Jadi sempat ada kesalahan penulisan. Seharusnya dicatat di paslon 2, tapi keliru dicatat di paslon 1. Tapi berdasarkan kesepakatan saksi, KPPS dan Panwas, semua sudah mufakat dan masalah selesai," pungkasnya. (fat/fat)