detikNews
Jumat 29 Juni 2018, 12:19 WIB

Cerita Masudin, Kolektor Ikan Arapaima dari Jombang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Cerita Masudin, Kolektor Ikan Arapaima dari Jombang Masudin dan ikan Arapaima peliharaannya. (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang - Ikan Arapaima sempat menjadi buah bibir lantaran dilepas di Sungai Brantas dan mengakibatkan pemiliknya harus berurusan dengan polisi. Tetapi bagi sebagian orang, ikan ini memang layak untuk dikoleksi.

Seperti yang dilakukan Masudin (45), warga Dusun Ketanen, Desa Banyuarang, Ngoro, Jombang. Saat disambangi detikcom, Masudin terlihat sibuk menjaring ikan lele di sebuah kolam kecil yang terletak di sisi timur rumahnya.

Ternyata lele-lele itu bukan untuk dimasak. Setengah timba ikan lele itu dibawa Masudin ke sebuah kolam yang lebih besar, tepat di sebelah kolam lele.

Di dalam kolam seluas 5x5 meter persegi tersebut, ada 5 ekor ikan berukuran sebesar paha orang dewasa. Ya, inilah ikan Arapaima yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan karena muncul di Sungai Brantas wilayah Mojokerto dan Sidoarjo.


Masudin mengaku sudah memelihara ikan air tawar terbesar di dunia itu sejak tahun 2013 silam.

Setiap hari, pria yang berprofesi sebagai terapis tuna rungu ini memberi makan ikan-ikan raksasa itu dengan lele-lele yang diambil di timur rumahnya, dibantu pegawainya. Dengan lahap, ikan Arapaima penghuni kolam Masudin memangsa lele-lele tersebut.

Masudin mengatakan dalam sehari, ia menghabiskan 10 kg ikan lele untuk memberi makan ikan Arapaima miliknya. Masing-masing ikan Arapaima bisa menghabiskan 2-3 kg ikan lele.

Cerita Pria asal Jombang yang Sudah 5 Tahun Pelihara Ikan ArapaimaFoto: Enggran Eko Budianto


Tonton juga 'Beginilah Penampakan Ikan Arapaima di Sungai Brantas':



"Awalnya 9 ekor, sekarang tinggal 5 ekor, yang lainnya sudah mati karena memakan plastik yang dibuang oleh pengunjung (keluarga pasien tuna rungu, red)," kata Masudin, Jumat (29/6/2018).

Masudin mengungkapkan, ada 2 jenis ikan Arapaima di kolam milik Masudin. Dari 5 ekor yang dipelihara, 3 di antaranya jenis Panda. Jenis Arapaima yang satu ini mempunyai warna sisik yang lebih cerah, yaitu kehijau-hijauan.

Sedangkan 2 ekor lainnya berjenis Arapaima Gigas atau jenis ikan yang sama dengan yang dilepas ke Sungai Brantas oleh pengusaha berinisial HG. Sisik ikan ini cenderung hitam.


"Sekarang ini ikan Arapaima milik saya rata-rata panjangnya 2,1 meter. Beratnya antara 70 sampai 80 kilogram," ungkap Masudin.

Nyatanya, tak mudah untuk memelihara ikan asal Amerika Selatan ini. Menurut Masudin, kolam untuk ikan Arapaima sendiri juga tak sembarangan. Mulai dari kedalaman kolam maksimal 1,5 meter hingga harus ada sirkulasi air.

"Saya belajar dari para kolektor ikan Arapaima. Untuk sirkulasi air saya pakai pompa air. Kedalaman kolam maksimal 1,5 meter karena ikan ini senang muncul ke permukaan," terangnya.
Cerita Masudin, Kolektor Ikan Arapaima dari Jombang

(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com