TPS-TPS di Wilayah Ini Jadi Fokus Pengawasan Panwaslu Blitar

Erliana Riady - detikNews
Senin, 25 Jun 2018 10:08 WIB
KPU Kabupaten Blitar/Foto: Erliana Riady
Blitar - Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang pernah melakukan Pungutan Suara Ulang jadi fokus pengawasan Panwaslu Kabupaten Blitar. TPS ini dinilai masuk zona rawan.

Panwaslu mencatat sebanyak tiga TPS pernah melakukan Pungutan Suara Ulang. Yakni satu TPS di Desa Pojok Kecamatan Garum, satu TPS di Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok. Dan satu TPS di Desa Kuningan, Kecamatan Kanigoro.

"Dari catatan kami, yang TPS di Garum itu karena kotak suara dibuka dulu. Sedangkan di Ponggok ada Panitia Pengawas Lapangan (PPL) yang nyoblos dua kali," jelas Komisioner Panwaslu Kabupaten Blitar Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Hakam Solahudin, Senin (25/6/2018).

Data Panwaslu Kabupaten Blitar mencatat di Kecamatan Garum ada beberapa TPS yang melakukan Pungutan Suara Ulang. Yakni Desa Sidodadi, Dusun Klepon sebanyak 4 TPS. Yaitu TPS 1, 4, 7, 8. Pungutan Suara Ulang itu dilakukan karena ada indikasi petugas KPPS mengarahkan atau membantu memilih ke salah satu calon anggota DPRD. Lalu di Desa Pojok Dusun Sugihan, di TPS 19 rusaknya segel gembok pada masa tenang, yang dilakukan KPPS.


Sementara di Kecamatan Kanigoro, Pungutan Suara Ulang dilakukan di TPS 6 Desa Kuningan. Karena terjadi penyalahgunaan form C6 sebanyak 9 kali. Sedangkan di Kecamatan Ponggok ditemukan PPL mencoblos 2 kali di TPS 16 Dusun Jagoan.

Selain TPS yang melakukan Pungutan Suara Ulang, Panwaslu juga menyatakan 15 indikator suatu wilayah masuk zona rawan saat pelaksaan Pilgub Jatim 27 Juni mendatang. Di antaranya, adanya pemilih warga disabilitas.

Pemetaan TPS rawan di Kabupaten Blitar/Pemetaan TPS rawan di Kabupaten Blitar/ Foto: Erliana Riady

"Kami sangat mengharapkan petugas bersikap ramah dan membantu warga disabilitas memperoleh hak politiknya," imbuhnya.

Panwaslu juga meningkatkan pengawasan di TPS sekitar tempat tinggal tokoh partai dan para botoh (Bandar judi) pilkada.


"TPS di sekitar rumah tokoh politik dan botoh pilkada biasanya ada mobilisasi massa. Ini yang masuk zona rawan juga karena potensi konfliknya tinggi," jelasnya.

Untuk zona rawan yang termasuk dalam kategori ini, yakni Kecamatan Sutojayan, Wonodadi, Gandusari, Kademangan dan Selorejo. Dari 15 indikator itu, Panwaslu Kabupaten Blitar menetapkan 22 kecamatan masuk zona rawan. (fat/fat)