DetikNews
Kamis 21 Juni 2018, 15:17 WIB

Dua Keris Seharga Rp 4 M Punya Keistimewaan, Ini Cerita Pemilik

Erliana Riady - detikNews
Dua Keris Seharga Rp 4 M Punya Keistimewaan, Ini Cerita Pemilik Foto: Erliana Riady
Blitar - Ada dua keris yang menarik perhatian pengunjung dalam pameran pusaka di Blitar. Pameran ini digelar dalam rangka Bulan Bhakti Bung Karno beberapa waktu lalu.

Sang pemilik Nurjianto (34) menjelaskan, kedua keris itu adalah Kiai Sabuk Inten seharga Rp 3 miliar dan Kiai Carito Buntolo senilai Rp 1 miliar.

Tonton juga '2 Keris Ini Diklaim Seharga Rp 4 Miliar, Apa Istimewanya?':

[Gambas:Video 20detik]

Disebutkan Nurjianto, keris Kiai Sabuk Inten diperkirakan sudah berusia 500 tahun.

"Ini keris pusaka Majapahit. Tinatah emas lunglungan (ditatah di atas logam emas murni). Handle dari gading. Fisiknya masih utuh. Secara historis, pemegang keris ini adalah keturunan raja-raja Majapahit," ulasnya saat berbincang dengan detikcom, Kamis (21/6/2018).

Kiai Sabuk Inten. (Foto: Erliana Riady)Kiai Sabuk Inten. (Foto: Erliana Riady) Foto: Erliana Riady


Bagi orang awam, memang keris ini terlihat biasa. Namun bagi pecinta benda, terutama senjata pusaka, pasti akan tahu jika keris yang tampak ramping ini bukan keris biasa.

Gagangnya terbuat dari gading dan dihiasi sejumlah batu permata kecil-kecil. Di bagian bawah keris, ada hiasan bunga bercat emas yang semakin mengesankan bahwa keris ini dulunya tidak dimiliki orang awam.

Dari sisi historis inilah, lanjut Nurjianto, secara simbolik menandakan status pemegangnya. Itu juga sebabnya harga keris ini sangat fantastis.

Pria asal Tamansari, Yogyakarta itu mengaku memperoleh keris itu dari seorang warga di pedalaman Palembang di tahun 2015.

Dua Keris Seharga Rp 4 M Punya Keistimewaan, Ini Cerita PemilikKiai Carito Buntolo. (Foto: Erliana Riady)


Sedangkan keris kedua, yaitu Kiai Carito Buntolo memiliki fisik yang lebih besar daripada keris Kiai Sabuk Inten. Pegangannya berbalut emas seberat 3,5 ons serta dihiasi zamrud dan batu permata berwarna-warni.

"Kalau yang ini dapatnya dari Istana Klungkung, Bali. Tahun 2016 saya dapat dari seorang Cokorda di sana," tutur Nurjianto.

Kesakralan kedua keris ini pun terlihat dari penampakannya saat dipajang dalam pameran. Selain ditaruh di dalam kotak kaca khusus, Nurjianto juga meletakkan sesaji bunga dan dupa yang menyala di depan kotak tersebut.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed