detikNews
Senin 11 Juni 2018, 20:53 WIB

Alasan Pemkot Gandoli SDN Ketabang I, Risma: Lahirkan Banyak Tokoh

Zaenal Effendi - detikNews
Alasan Pemkot Gandoli SDN Ketabang I, Risma: Lahirkan Banyak Tokoh Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Wali Kota Tri Rismaharini akan terus berjuang untuk kembali mendapatkan SDN Ketabang I sebagai aset Pemkot Surabaya. Pemkot Surabaya sudah mengajukan kasasi dan berharap bisa menang.

Menurut Risma, SDN Ketabang I merupakan sekolah bersejarah dan menghasilkan beberapa tokoh nasional.

"SDN Ketabang I itu punya nilai sejarah luar biasa untuk Kota Surabaya.Bahkan muridnya ada yang jadi Wapres Try Sutrisno, mantan mendiknas Wardiman Joyonegoro," ungkap Risma usai apel pasukan gabungan pengamanan lebaran di Halaman Balai Kota, Senin (11/6/2018).


Kasus ini bermula awal tahun 90-an saat muncul HGB atas nama perorangan. Ketika pihak perorangan tersebut mengajukan perpanjangan pada 2012, oleh BPN diinformasikan bahwa itu asetnya Pemkot. Pada 2012 tersebut, pihak perorangan (Setiawati Sutanto) ini menang di PTUN, Pemkot dan BPN dinyatakan kalah.

Memasuki 2013, Pemkot menyatakan banding dan akhirnya di tingkat kasasi dimenangkan Pemkot. Lantas, pihak Setiawati mengajukan peninjauan kembali (PK) di pengadilan dan Pemkot dinyatakan kalah.

Atas kekalahan tersebut, sejak tahun 2016 hingga saat ini, pemkot mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Surabaya dan kasus ini masih terus diupayakan dan masih berjalan di PN dan dinyatakan kalah.


Risma menegaskan, Pemkot tidak pernah mengalihfungsikan SDN yang mempunyai luas 3.065 meter persegi itu. "Selama ini kami tidak pernah mengalihfungsikan SDN itu. Kami sudah dua kali kalah, sekarang kami ajukan kasasi. Saya mohon bantuan seluruhnya karena ini merupakan sekolah bersejarah untuk Surabaya. Disitulah SD pertama kali, ada beberapa yang tua tapi itu cikal bakal SD di Surabaya," tegasnya.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini kembali menegaskan tidak akan memindahkan sekokah bersejarah tersebut meski apapun yang terjadi kedepan.

"Dulu pernah keluar sertifikat orang lain, tapi dengan syarat sekolah itu dipindah. Sekolah itu tidak mungkin dipindah karena bersejarah. Bagaimanapun, Surabaya punya wapres yang lahir dari sekolah itu. Ngapain kita pindah, sekolah itu tidak ganggu apapun," pungkas Risma.



Saksikan juga video 'Saat Risma Patroli Surabaya Pascaledakan Bom':

[Gambas:Video 20detik]


(ze/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com