Upaya Pengembalian Psikis Anak Pasca Bom Diapresiasi Tim Kota Layak Anak

Zaenal Effendi - detikNews
Kamis, 07 Jun 2018 19:59 WIB
Foto: dok. Jas Merah/File
Foto: dok. Jas Merah/File
Surabaya - Upaya mengembalikan kondisi psikologi anak-anak Kota Surabaya pasca 3 bom gereja dan Mapolrestabes Surabaya diapresiasi oleh Tim Evaluasi Kota Layak Anak.

Hal ini diungkapkan Ketua Tim Evaluasi Kota Layak Anak, Dr Hamid Patilima, M.Si, S.Sos usai mendengarkan paparan Wali Kota Tri Rismaharini di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Kamis (7/6/2018).

"Salah satu 24B yakni penanganan anak korban jaringan terorisme sudah dilakukan oleh ibu dan penanganan itu masuk salah satu indikator penilaian Kota Layak Anak," kata Hamid yang disambut tepuk tangan tim verifikasi lain dan undangan.


Sebelumnya Wali Kota Tri Rismaharini telah memaparkan upaya apa saja yang sudah dilakukan Pemkot Surabaya bagi anak-anak. Salah satunya adalah penanganan psikologi anak pasca bom Mei lalu.

"Untuk atasi traumatik tidak hanya anak pelaku pengebom, tapi juga anak-anak teman sekolahnya dan anak-anak lain. Kami lakukan pendampingan tidak hanya di sekolah, tapi juga di rumah dan sampai saat ini tetap kita lakukan pendampingan," ungkap Risma.


Risma juga sempat mengungkapkan perkembangan kondisi anak pelaku pengeboman yang ingin bertemu dengan dirinya dan Kapolrestabes.

"Penanganan anak pelaku bom juga kita lakukan pendampingan tapi psikolog angkat tangan karena dibantah terus sehingga saya ambil dosen psikolog dari UIN Sunan Ampel Surabaya untuk mengatasi dari sisi agama dan psikolog," lanjutnya.

Saat ini, kata Risma, para anak pelaku bom yang selamat sudah mau bersekolah. "Mereka mau ketemu saya dan Pak Kapolres. Tapi saya takut, karena mereka kan masih belum sepenuhnya sembuh," ujarnya sembari tertawa. (ze/lll)