detikNews
Rabu 06 Juni 2018, 20:17 WIB

Garam Industri yang Dikemas Jadi Konsumsi Diimpor Awal Tahun

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Garam Industri yang Dikemas Jadi Konsumsi Diimpor Awal Tahun Foto: Deni Prastyo Utomo
Gresik - Sekitar 400 ribu ton garam impor disita dari dua gudang di Gresik. Garam impor asal Australia dan India itu diimpor awal tahun ini.

"Garam ini diimpor oleh PT Mitra Tunggal Swakarsa (MTS) dan ditimbun di gudang milik PT Garindo di Banyutami, Manyar, Gresik," ujar Wadirtipideksus Bareskrim Mabes Polri Daniel Tahi Monang Silitonga di gudang di Banyutami Km 11 Manyar, Gresik, Rabu (6/6/2018).

Garam ipor tersebut, kata Daniel, dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Perak. "Pengirimannya secara bertahap melalui Pelabuhan Tanjung Perak Suarabaya. Garam ini diimpor tahun 2018. Sedangkan pengirimannya mulai Februari hingga Maret 2018 ke Gudang di Gresik ini," ungkap Daniel.


Daniel menambahkan pihak importir mengimpor garam dengan izin untuk industri pengasinan ikan. Namun setelah ditelusuri oleh polisi, tidak ditemukan lahan untuk pengasinan ikan.

"Pada karungnya terlihat jelas bertuliskan garam untuk industri dan untuk pengasinan ikan. Namun kami tidak menemukan tempatnya," ungkap Daniel.

Dalam kasus ini polisi telah mengamankan dua orang sebagai tersangka masing-masing satu dari PT MTS dan PT Garindo. Atas kejahatan ini, kedua tersangka akan dijerat pasal berlapis.


"Kami akan kenakan pasal UU tentang Perindustrian, Pasal Perlindungan Konsumen, dan pasal UU TPPU dan UU pencucian uang," ujar Daniel.

Sedangkan untuk jumlah kerugian negara dalam kasus ini, polisi belum menjelaskan secara mendetail. "Untuk penghitungan berapa kerugian negara dari kejahatan ini, kami masih berkoordinasi dengan BPK," tandas Daniel.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com