Salah Ketik, PN Banyuwangi Dilaporkan Ke Komnas HAM dan KY

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 05 Jun 2018 20:47 WIB
Amrullah menunjukkan surat yang salah ketik (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Merasa dikriminalisasi, terdakwa Amrullah melaporkan Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Komite Yudisial (KY). Laporan dilakukan karena PN Banyuwnagi diduga salah ketik.

Amrullah menyoal surat PN Banyuwangi, tertanggal 04 Mei 2018, Nomor: W14-U.16/61/HK.01/05/2018.623 tentang Laporan Permohonan Banding Perkara Nomor: 688/Pid.Sus/2017/PN Byw.an.

Menurut Amrullah pada surat yang dilayangkan ke Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur, di bagian penutup surat meminta kepada Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur agar melakukan penahanan terdakwa.

"Surat yang dikirim oleh PN Banyuwangi ke PT Jawa Timur ini sebagai bentuk kriminalisasi terhadap dirinya,"ungkap Amrullah yang didampingi Penasihat Hukumnya, Iqbal, Selasa (5/6/2018).


Amrullah menyebut PN Banyuwangi arogan. Karena itu, Amrullah langsung melayangkan surat ke Komisi Yudisial dan Komnas Ham. "Ini bentuk arogansi dan kesewenang-wenangan PN Banyuwangi, dan saya langsung melaporkan kasus ini ke KY dan Komnas HAM,"paparnya

Amrullah memaparkan sesuai amar putusan PN Banyuwangi, tertanggal 2 Mei 2018 terkait perkara Nomor: 688/Pid.Sus/PN Byw tersebut, dengan pokok putusan, 6 (enam bulan) dan denda Rp.6.500.00,- dan tidak ditahan.

"Dalam putusan itu sudah jelas, saya diputus enam bulan dan denda Rp.6,5 juta, dan tidak ditahan,"paparnya.

Karena merasa dirugikan, Mohammad Amrullah akan melakukan perlawanan, dan dirinya melaporkan kasus ini ke KY dan Komnas Ham. "Sore ini, saya berangkat ke Jakarta, untuk melaporkan kasus ini, agar kejadian ini tidak terjadi lagi," tegasnya.


Sementara itu, Bagian Hukum PN Banyuwangi Heru Setijadi mengatakan, untuk surat itu, pihaknya sudah mengklarifikasi surat tersebut. Dan hal itu disebutnya human error saja.

"Surat itu sudah saya tindak lanjuti, dan menyalin surat itu, intinya pada point penutup itu sudah dihilangkan," tegas Heru di PN Banyuwangi.

Dan yang harus diketahui, lanjut Heru pihaknya tidak pernah melakukan kriminalisasi kepada siapapun. Apalagi, sejak Amrullah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Banyuwangi hingga dilimpahkan di Kejaksaan Negeri Banyuwangi tidak pernah dilakukan penahanan.

"Intinya sesuai dengan putusan PN Banyuwangi itu, dan tidak ada kriminalisasi terhadap Amrullah, dan surat itu sudah direvisi," dalih Heru. (iwd/iwd)