DetikNews
Senin 28 Mei 2018, 08:56 WIB

Cerita tentang Menara Jam Kuno di Atas Kantor Gubernur Jatim

Ongq Rifaldy Litualy - detikNews
Cerita tentang Menara Jam Kuno di Atas Kantor Gubernur Jatim Foto: Ongq Rifaldy Litualy
Surabaya - Kantor Gubernur Jawa Timur di Surabaya merupakan salah satu cagar budaya yang dibangun sejak tahun 1929. Dengan kata lain gedung ini merupakan bangunan peninggalan kolonial Belanda.

Namun gedung ini tentu menyimpan banyak cerita sejarah. Menurut Kepala Bagian Aset dan Rumah Tangga Kantor Gubernur Jatim, Abdul Rozak (57), gedungnya sendiri dibangun oleh arsitek Belanda dengan mengadopsi gaya bangunan di Eropa pada masa itu.

"Jika dilihat sekilas dari depan bakal mirip kapal dari Eropa," ungkap Abdul saat berbincang dengan detikcom, Senin (28/5/2018).


Cerita tentang Menara Jam Kuno di Atas Kantor Gubernur JatimFoto: Ongq Rifaldy Litualy

Ditambahkan Abdul, menurut sejarawan, dahulu gedung ini merupakan gedung tertinggi di Surabaya. Rupanya gedung ini memang sengaja dibangun setinggi mungkin agar dapat melihat daerah lain yang letaknya jauh.

Konon orang Belanda suka memperhatikan Pelabuhan Tanjung Perak dari atas kantor gubernur. "Iya ini dulu ceritanya kolonial Belanda itu suka naik duduk di atas sambil lihat kapal-kapal sandar di Tanjung Perak. Wah, jangan salah, dari atas gedung itu bisa lihat Pelabuhan Perak itu," terang Abdul.

detikcom pun berkesempatan untuk naik dan menengok bagian atas kantor gubernur. Ternyata bukan perkara mudah sebab untuk mencapai lantai menara jam, pengunjung harus menaiki tangga yang cukup curam.

Namun begitu sampai di atas, pemandangan seperti Pelabuhan Tanjung Perak dan Jembatan Nasional Suramadu dapat dilihat dengan jelas dari atas menara.


Cerita tentang Menara Jam Kuno di Atas Kantor Gubernur JatimFoto: Ongq Rifaldy Litualy

Hal menarik lainnya yang ditemukan di atas menara itu adalah ada jam kuno yang ternyata masih berfungsi hingga saat ini.

Menara jam ini bukan hiasan, melainkan berperan penting, setidaknya bagi orang Belanda saat itu.

Abdul menjelaskan, menara jam itu dimanfaatkan untuk memantau atau mencatat jam berapa saja kapal-kapal masuk. Tak hanya itu, ada pula sebuah lonceng besar yang akan dinyalakan ketika kapal masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak.

Suara dentang jam kuno ini pun bisa terdengar dari kejauhan. Seperti halnya jam-jam dinding di zaman modern, jam kuno ini juga berdentang sekali di pukul satu, dan 12 kali di pukul 12.

"Jam di atas kantor gubernur juga jadi patokan untuk memulai kegiatan misalnya pawai kebudayaan. Kan start pawai biasa dari sini juga," paparnya.


Cerita tentang Menara Jam Kuno di Atas Kantor Gubernur JatimFoto: Ongq Rifaldy Litualy

Ketika ditanya tentang bagaimana merawat jam yang sudah menjadi sejarah dari gedung ini, Abdul mengaku biaya yang dikeluarkan memang tidak sedikit. Sebab bila terjadi kerusakan maka dibutuhkan teknisi ahli, bahkan tak jarang mereka harus memanggil teknisi khusus dari luar Indonesia.

"Seperti rantai dan mesinnya ini loh. Ini kan mesin Ducati rantai Ducati ini," jelas Abdul sembari menunjuk mesin penggerak jam di menara jam gedung gubernur jawa timur.

Bagi Abdul, menara jam ini bukan sekadar pengingat bahwa orang Belanda sangat disiplin jika berbicara soal waktu, tetapi lebih dari itu, keberadaan menara ini seharusnya juga mengingatkan kita bahwa waktu adalah salah satu harta yang berharga.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed