DetikNews
Sabtu 26 Mei 2018, 12:39 WIB

Ada Video Jihad di Laptop Bomber, Diduga Untuk Doktrin Anak

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Ada Video Jihad di Laptop Bomber, Diduga Untuk Doktrin Anak Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Polisi menemukan satu laptop milik salah satu bomber di Surabaya. Ketika diperiksa, di dalamnya terdapat beberapa video yang berisikan seruan dan ajakan untuk berjihad. Diduga video seperti ini sering dipertontonkan bomber tersebut kepada anaknya untuk menanamkan paham berjihad.

"Seperti yang kami temukan di dalam laptop itu ada beberapa yang menyerukan untuk jihad," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin di Polda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (26/5/2018) malam.

Tak hanya itu, video tersebut juga berisi kutipan yang mengatakan jika berjihad merupakan salah satu jalan untuk mendapatkan surga.

"Pembinaan berjihad masuk surga, itu yang kami temukan di dalam satu laptop," tambah Machfud.

Menanggapi jika video-video berjihad sering dipertontonkan teroris kepada anaknya, Machfud mengatakan memang sedikit susah untuk mengubah pola pikir anak-anak yang telah tertanam paham radikal. Terlebih, ada beberapa anak dari bomber yang sekarang sedang dalam masa pemulihan.


Namun, Machfud menekankan untuk mengubah paham radikal anak-anak tersebut. Butuh penguatan dari sisi agama agar mereka memahami bagaimana Islam yang benar. Dalam hal ini, polisi akan melibatkan beberapa pihak seperti KPAI hingga tokoh agama.

"Semuanya yang terkait akan kami ajak untuk memikirkan ini,termasuk dari KPAI, dari tokoh agama. Ya itu tadi pemahaman agama semuanya dilibatkan," lanjut jenderal bintang dua ini.

Tak cukup sampai di situ, untuk mengembalikan pola pikir anak-anak seperti semestinya, Machfud juga bekerja sama dengan Pemerintah Daerah.

"Nah ini yang lagi kami lakukan, ada pusat pelayanan terpadu dari Pemda dan terpadu dari PPA kami. Semua tim yang punya keahlian mungkin ada beberapa yang kami libatkan," tambahnya.


Dari pengamatan Machfud, seluruh anak yang sempat terluka karena ledakan bom, kini sudah sehat. Namun memang masih ada masalah dari sisi psikologi dan traumatiknya.

"Kalau dari segi medis sudah sehat tinggal segi psikologis dan traumatiknya dan yang berikutnya adalah pemahaman terhadap agama yang selama ini diperoleh masih salah," imbuh Machfud.

Dalam menangani ini, Machfud berharap dari tim yang dibentuk, selain ada tokoh agama, ada pula beberapa orang yang ahli agama. Hal ini penting untuk membantu mengubah pola pikir anak-anak tersebut.

"Mudah-mudahan dari tim yang dibentuk ini ada tim yang ahli agama yang bisa mengubah mindset berfikirnya jadi benar," harap Machfud.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed