Orang Tua Nathan dan Evan Sudah Ikhlas

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 18 Mei 2018 16:43 WIB
Foto: Deni Prastyo Utomo
Surabaya - Dua di antara puluhan korban meninggal akibat tragedi bom di tiga gereja Surabaya adalah anak-anak. Mereka adalah Vincentius Evan Hudoyo (11) dan Nathanael Ethan Hudoyono (8). Keduanya meninggal dunia setelah sempat dirawat di RS Bedah Surabaya.

Duka yang amat mendalam pun masih dirasakan oleh pihak keluarga, terutama kedua orang tua Evan dan Nathan, Weny Angelina dan Eri Hudoyo.

Ingatan Prajogo (35), paman korban, terlempar kembali ke hari saat insiden terjadi. Sebelum kejadian sekitar pukul 07.00 WIB, ia ingat hendak mengantarkan Nathan dan Evan berangkat dari rumahnya di kawasan Bratang menuju Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMPTB), Ngagel Utara untuk beribadah.

"Baru saja 10 meter dari geraja habis drop mereka di depan pintu gereja, saya mendengar suara ledakan yang sangat kenceng. Awalnya saya kira hanya suara ban meledak. Setelah saya lihat keluar mamanya Ethan teriak minta tolong," kata Prajogo saat ditemui di rumah persemayaman Adijasa Surabaya, Jalan Demak, Jumat (18/5/2018).

Orang Tua Nathan dan Evan Sudah IkhlasFoto: Istimewa

Prajogo pun langsung memutar balik dan membawa kedua keponakannya ke rumah sakit terdekat.

"Saat itu saya gendong Evan dan Nathan, dibawa sekuriti masuk ke dalam mobil saya kemudian langsung kami bahwa ke Rumah Sakit Bedah Manyar," urainya.

Namun, meski sempat mendapatkan pertolongan pertama dari dokter nyawa Evan sudah tidak tertolong. Bocah yang baru saja menyelesaikan Ujian Nasional. Ia menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 07.30 WIB.

"Setelah Evan kemudian adiknya Nathan menyusul kakaknya, meninggal pada pukul 20.00 WIB," lanjutnya.


Orang Tua Nathan dan Evan Sudah IkhlasFoto: Istimewa


Prajogo juga mengungkapkan jika ibu Evan dan Nathan, yaitu Weny juga masih dirawat di Rumah Sakit Bedah Manyar. Weny mengalami luka di perut, punggung dan wajahnya terkena serpihan bom.

"Kakak saya baru saja menjalani operasi di bagian perut," ujar Prayogo.


Orang Tua Nathan dan Evan Sudah IkhlasFoto: Deni Prastyo Utomo

Prajogo mengaku masih belum percaya dengan apa yang dialami kedua keponakannya. Apalagi keduanya tak pernah jauh dari sang paman.

"Setiap hari bersama saya, mulai jemput sekolah, nganter sekolah, berangkat ke gereja dan jalan-jalan juga," paparnya.

Ia hapal betul sosok keduanya. Nathan dikenal periang dan aktif, baik di rumah maupun di sekolah, sedangkan Evan adalah sosok yang pendiam dan cuek. Bahkan meski digoda oleh Nathan, Evan masih saja sulit tersenyum.

"Nathan anaknya sering usilin kakaknya kalau di rumah. Kalau Evan di sekolah sering masuk 5 besar," ungkap Prajogo.


Kendati demikian, sebagai perwakilan keluarga, Prajogo juga mengutarakan bahwa orang tua Nathan dan Evan sudah mengikhlaskan keduanya.

"Pihak keluarga sudah diikhlaskan atas kejadian ini," kata Prayogo.

Dalam pantauan detikcom, ayah Nathan dan Evan terlihat sibuk menerima kerabat dan rekan-rekan keluarga untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Nathan dan Evan. Rencananya Nathan dan Evan akan dimakamkan pada hari Minggu (20/5/2018) di Kompleks Makam Gunung Gangsir, Desa Karangsono, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

(lll/lll)